Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Menlu China Wang Yi Kunjungi Korea Utara

#Fokus Sepekan l 2019-09-05

Selangkah Satu Korea

© YONHAP News

Di tengah kebuntuan dialog antara Korea Utara dan AS, Anggota Dewan Negara yang merangkap sebagai Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengunjungi Korea Utara pada tanggal 2-5 September, atas undangan dari Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong-ho. 


Selama berada tiga hari di Pyongyang, Wang menyoroti hubungan persahabatan antara Korea Utara dan China, dan membahas berbagai isu yang tertunda seperti dimulainya kembali pembicaraan Korea Utara dan AS, serta upaya denuklirisasi Pyongyang. Dalam pertemuan dengan Wang pada tanggal 2 September, Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong-ho menyerukan perlunya membuka era baru untuk hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral yang lebih kuat. Dia juga mengusulkan untuk memajukan hubungan mereka lebih jauh lagi dengan merayakan peringatan 70 tahun terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara secara besar-besaran. Menjelang kesempatan penting itu, lawatan pejabat senior China ke Pyongyang tampaknya telah berkontribusi dalam memperkuat kerja sama bilateral. 


Undangan Korea Utara untuk menteri luar negeri China pada saat ini ditakfsirkan sebagai niatannya untuk menggunakan China sebagai penemu jalan keluar dari dialog yang tersendat dengan AS. Di tengah pertikaian perdagangan yang terus memanas antara China dan AS, Beijing tampaknya berupaya meredakan konfliknya dengan AS dengan menjadi penengah antara Korea Utara dan AS. 


Perhatian kini tertuju pada perjalanan terbaru Pyongyang oleh Wang, yang akan mengarah pada kunjungan Pemimpin Kim ke China. Di tengah meningkatnya kemungkinan kunjungan Pemimpin Kim ke China pada bulan depan, negosiasi nuklir antara Korea Utara dan AS juga diharapkan memasuki fase baru.


Untuk saat ini, sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya dalam diploamsi regional. Tetapi satu hal yang pasti, kunjungan terbaru menteri luar negeri China ke Pyongyang akan menjadi titik balik dalam negosiasi nuklir ke depannya antara Korea Utara dan AS.

Pilihan Editor