Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Tingkat Inflasi Harga Konsumen Korea Selatan Negatif untuk Pertama Kali dalam Sejarahnya

#Isu Sepekan l 2019-10-05

Warta Berita

ⓒKBS News

Tingkat inflasi harga konsumen Korea Selatan untuk pertama kalinya resmi mencatat minus dalam sejarahnya. Badan Statistik Nasional Korea menjelaskan bahwa hal itu bukan berarti deflasi dan terjadi untuk sementara saja akibat turunnya harga hasil pertanian dan minyak internasional. Namun, para pakar mengkhawatirkan harga konsumen yang turun tersebut kemungkinan akan menuju ke arah deflasi.


Menurut ‘Tren Harga Konsumen’ yang diumumkan oleh Badan Statistik Nasional Korea pada tanggal 1 Oktober lalu, indeks harga konsumen Korea Selatan pada bulan September berada di angka 105,20, atau turun 0,4 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Tingkat inflasi harga konsumen untuk pertama kalinya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sejak hasil statistik tersebut pertama kali dibuat pada tahun 1965 silam. Namun, sebenarnya harga konsumen turun selama dua bulan berturut-turut. Pada bulan Agustus lalu, indeks harga konsumen turun sebanyak 0,038 persen, tapi tingkat inflasi harga konsumen tercatat 0,0% secara resmi. Namun, badan tersebut bersikeras bahwa hasil bulan September tentang penurunan harga konsumen merupakan yang pertama kalinya. Penurunan kali pertama atau berurutan untuk kedua kalinya merupakan hal yang penting karena akan menjadi patokan untuk menentukan apakah gejala ini bersifat sementara atau benar merupakan perubahan tren.


Badan Statistik Nasional Korea menjelaskan penurunan tingkat harga konsumen kali ini adalah efek basis akibat tingginya harga hasil pertanian pada tahun lalu. Selain itu, turunnya harga hasil pertanian dan harga minyak dunia pada tahun ini juga turut berpengaruh. Badan itu menambahkan, bahwa kebijakan pemerintah Korea Selatan yang memperluas pendidikan SMA gratis dan memperkuat jaminan asuransi kesehatan nasional menjadi salah satu unsur penurunan indeks harga konsumen. Oleh sebab itu, menurutnya penurunan harga konsumen merupakan kondisi sementara dan bukan deflasi.


Walaupun demikian, harga konsumen yang menurun selama dua bulan berturut-turut ini mengkhawatirkan. Para pakar ekonomi memandang, jika penurunan harga konsumen terus berlangsung, maka ekonomi Korea Selatan dapat mengalami deflasi. Deflasi mendatangkan sirkulasi buruk. Kemerosotan konsumsi mengakibatkan kemerosotan investasi perusahaan dan kemudian hal itu mendatangkan penurunan perekrutan dan pendapatan sehingga kegiatan konsumsi menjadi semakin lemah.


Mengenai kondisi saat ini, pemerintah Korea Selatan berencana menanganinya dengan mencermati sirkulasi harga konsumen lalu memprediksi kenaikan harga konsumen dapat berada di kisaran nol mulai akhir tahun ini.

Pilihan Editor