Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

DK PBB Bahas Soal SLBM Korut dan 6 Negara Eropa Keluarkan Pernyataan Mengecam Korut

#Ulasan Hari Ini l 2019-10-09

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Enam negara Eropa dalam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengecam Korea Utara terkait peluncuran rudal balistik berbasis kapal selam (SLBM). Sementara itu, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang juga tengah membahas tindak lanjut pasca pertemuan Korea Utara dan Amerika Serikat yang berujung kegagalan minggu lalu. Hal tersebut menunjukkan, upaya untuk menghidupkan kembali momen dialog dengan Korea Utara dilakukan secara bersamaan dengan tekanan terhadap Korea Utara.


Meskipun tidak semua negara anggota Dewan Keamanan, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, ikut mengadopsinya, dikabarkan bahwa pernyataan tersebut mendapat suara bulat di meja runding Dewan Keamanan. Duta Besar Jerman untuk PBB, Christoph Heusgen mengatakan bahwa para peserta rapat Dewan Keamanan tersebut mengkritik keras Korea Utara. Artinya, walaupun Rusia tidak sepenuhnya menyetujui pendapat Amerika Serikat akan Korea Utara, hampir semua peserta rapat sepaham dalam pengadopsian pernyataan untuk mengecam Korea Utara tersebut.


Pengeluaran pernyataan bersama dari enam negara Eropa tanpa Amerika Serikat tersebut dapat dipandang dari dua sudut. Pertama, negara-negara Eropa yang telah mengalami dua kali perang dunia relatif sensitif dengan isu senjata pemusnah massal. Mereka ingin menyatukan Eropa karena ingatan mereka tentang perang begitu mengerikan. Oleh karena itu, keenam negara Eropa bersuara lebih keras akan isu senjata pemusnah massal dibandingkan Amerika Serikat.


Alasan lain yang sebenarnya lebih berpengaruh adalah pengaturan tingkat pernyataan, yakni menurunkan tingkatan dengan mengeluarkan pernyataan atas nama enam negara Eopa saja, bukan Dewan Keamanan secara keseluruhan. Ditambah lagi, tingkatan krtitik untuk Korea Utara menjadi lebih lemah karena Amerika Serikat tidak ikut dalam pengeluaran pernyataan itu. Artinya, Dewan Keamanan PBB mengkritik Korea Utara, tapi tidak mau merusak kesempatan berdialog dengan Korea Utara.


Dalam pernyataan bersama enam negara Eropa tersebut, kelanjutan dialog tetap ditegaskan. Pernyataan itu mendesak Korea Utara untuk melakukan perundingan yang berarti dengan Amerika Serikat.


Terkait hal itu, Duta Besar Jerman untuk PBB menyampaikan bahwa seluruh negara anggota Dewan Keamanan berharap, perundingan Korea Utara dan Amerika Serikat yang dimulai di Stockholm harus diteruskan.


Dalam kondisi seperti ini, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang menggelar pertemuan juru runding negosiasi nuklir Korea Utara di Washington untuk membahas tindak lanjut pasca pertemuan Stockholm, juga kolaborasi mereka terkait hal itu.


Korea Utara mengkritik Amerika Serikat terkait pertemuan Stockholm dengan menggunakan kata-kata yang kasar dan ekstrim. Sedangkan Amerika Serikat mengatakan, pihaknya membawa ide kreatif pada pertemuan dengan Korea Utara, dan pertemuan berikutnya akan segera diadakan.


Dalam suasana itu, kerja sama Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang semakin ditekankan dalam pertemuan juru runding negosiasi nuklir Korea Utara. Hal yang menarik perhatian adalah pihak Amerika Serikat menggunakan ungkapan yang berbunyi ‘denuklirisasi yang lengkap’ bukan ‘denuklirisasi yang lengkap dan terverfikasi (FFVD)’. ‘Ide kreatif’ yang diungkapkan Amerika Serikat menyiratkan bahwa pihaknya merelakan sebagian tuntutannya tentang denuklirisasi.


Hal lain yang perlu diperhatikan adalah digelarnya pertemuan bilateral antara Korea Selatan dan Jepang. Mengingat adanya kekhawatiran akan putusnya kolaborasi tiga negara akibat konflik Seoul dan Tokyo akhir-akhir ini, pertemuan bilateral itu dinilai sebagai kemajuan yang signifikan dalam memulihkan hubungan kerja sama kedua negara.

Pilihan Editor