Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korsel dan AS Gelar Dialog Ekonomi Tingkat Tinggi

#Isu Sepekan l 2019-11-09

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) menggelar Dialog Ekonomi Tingkat Tinggi (SED) yang ke-4 di Seoul pada tanggal 6 November lalu. Pada kesempatan itu, SED yang dibentuk melalui KTT Korsel dan AS pada bulan Oktober 2015 ini pertama kali mengadopsi pernyataan bersama untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral.


Wakil Kedua Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Lee Tae-ho, dan Wakil Menteri Urusan Pertumbuhan Ekonomi, Keamanan Energi dan Lingkungan di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Keith Krach memimpin perwakilan SED dari masing-masing negara.


Dalam pernyataan bersama itu, kedua pihak membenahi hubungan ekonomi bilateral sebagai pilar inti hubungan Korsel dan AS, mengonfirmasi kekukuhan hubungan ekonominya, kemudian sepakat untuk memperluas kolaborasi ekonomi dan keterkaitan komersial antara dua negara.


Pernyataan bersama itu menilai SED ke-4 berhasil menyediakan peluang untuk memeriksa proses perkembangan kolaborasi antara Korsel dan AS berdasarkan "Kebijakan Baru ke Arah Selatan" dari Korsel dan "Strategi Indo-Pasifik" dari AS. Secara terinci, pernyataan bersama mengandung rencana menghubungkan kedua strategi tersebut dalam empat bidang, yaitu kolaborasi perkembangan, infrastruktur, teknologi ilmu pengetahuan dan digital, serta energi dan kota pintar.


Hal yang perlu diperhatikan pada SED ke-4 ini adalah partisipasi perwakilan AS yang berskala besar dan mengeluarkan pernyataan bersama, yang tidak seperti biasa. AS menghadirkan beberapa pejabat pemerintah yang penting termasuk Asisten Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Kebijakan Perdagangan, David Meale dan Asisten Wakil Menteri Luar Negeri AS urusan Asia Timur dan Pasifik, Marc Knapper. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan kolaborasi "Kebijakan Baru ke Arah Selatan" dan "Strategi Indo-Pasifik." Otoritas Korsel dan AS sempat mengadakan sesi ‘penjelasan’ untuk kolaborasi kedua strategi pada pertemuan asisten wakil menteri di Thailand tanggal 2 November lalu.


Pernyataan bersama juga menyinggung penguatan pengendalian sumber daya air  di Mekong, dimana Korsel dan AS mulai berpatisipasi pada bulan lalu. Hal itu diperkirakan terkait dengan peresmian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN, Korsel, Jepang, China, Australia, dan Selandia Baru. AS mempercepat langkahnya untuk mencegah penguatan kepemimpinan China dalam perekonomian wilayah dengan jalinan RCEP itu.


Perwakilan pemerintah Korsel menilai positif pengiriman perwakilan AS yang terdiri dari pejabat tinggi dan adopsi pernyataan bersama, yang menandai bahwa AS mementingkan kolaborasi ekonomi dengan Korsel.

Pilihan Editor