Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Arah Kebijakan 5G Korsel pada Tahun 2020

#Isu Sepekan l 2020-01-04

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Korea Selatan pada hari Kamis (02/01/20) mengumumkan arah kebijakan terkait jaringan generasi kelima (5G) untuk tahun 2020 demi menumbuhkan industri terkait layanan 5G hingga menjadi yang terunggul di dunia.


Menurut kebijakan tersebut, kemudahan perpajakan dalam bidang investasi untuk jaringan 5G diperkuat. Pada tahun ini, pemotongan pajak di kawasan ibu kota dinaikkan ke kisaran 2 persen dari yang sebelumnya 1 persen. Bersama dengan itu, dibebaskan pajak pendaftaran base transceiver station (BTS) yang harus dibayar kepada pemerintah daerah setiap tahunnya.


Selain itu, investasi untuk 5G akan diperluas, terutama untuk “proyek XR+α”. XR yang dimaksud adalah realitas maya (VR), realitas tambahan (AR), dan realitas campuran (MR) kemudian XR+α adalah menerapkan konten realitas tersebut pada bidang layanan umum, industri, serta sains dan teknologi. Layanan pesawat tanpa awak akan dikembangkan untuk bidang keamanan, keselamatan, dan lingkungan hidup yang erat dengan kehidupan masyarakat.


Pemerintah Korea Selatan bersama Koperasi Asuransi Perdagangan Korea akan melaksanakan kebijakan untuk membantu perusahaan 5G agar dapat maju ke pasar dunia.


Korea Selatan telah membuka era komersialisasi 5G bagi pengguna umum untuk pertama kalinya di dunia pada tanggal 3 April 2019. Menurut Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Korea Selatan, jumlah pelanggan layanan 5G mencapai 4.490.000 orang dan jumlah BTS-nya mencapai 94.407 unit hingga bulan Desember 2019 lalu. Mengutip perusahaan peneliti pasar, Strategy Analytics, kementerian menyatakan bahwa Samsung Electronics menduduki peringkat pertama di dunia dengan 74,2 persen pangsa pasar ponsel pintar 5G. Sementara itu, penyedia informasi global, IHS Market menunjukkan pangsa pasar perangkat 5G Samsung sebesar 23,3 persen pada triwulan ketiga tahun lalu dan berada di peringkat kedua di dunia setelah Huawei yang mencatat angka 30 persen.


Jumlah pelanggan 5G di dalam negeri Korea Selatan terus meningkat sejak komersialisasinya kemudian menurun sejak bulan November lalu. Hal itu dianalisis bahwa peningkatan jumlah pelanggan telah memasuki tahap stabil.


5G merupakan teknologi penting yang dapat dikatakan sebagai infrastruktur untuk revolusi industri ke-4. Oleh karena itu, peningkatan jumlah pelanggan 5G menyatakan kukuhnya basis teknologi inti untuk memimpin revolusi industri ke-4 seperti kecerdasan buatan. Berdasarkan dengan hal tersebut, sejumlah perusahaan Korea Selatan di bidang TIK cenderung bergerak dengan isu 5G pada awal tahun 2020 ini.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >