Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Langkah Korsel untuk Bantu Perusahaan yang Rugi Akibat Wabah COVID-19

#Isu Sepekan l 2020-02-15

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Kementerian Perusahaan Ventura, Usaha Kecil dan Menengah Korea Selatan menyatakan pihaknya akan memberikan dana bantuan sebesar 250 miliar won (Rp 2,88 triliun) melalui empat lembaga perbankan di bawah naungannya mulai hari Kamis (13/02/20) kepada sejumlah perusahaan yang mendapat kerugian akibat penyebaran wabah COVID-19.


Bantuan pemerintah Korea Selatan itu mengarah pada perusahaan kecil dan menengah di bidang pariwisata, perjalanan, dan manufaktur yang menderita kerugian besar karena impor-ekspor bahan baku dan produk dengan China mengalami gangguan.


Korea SMEs and Startups Agency meminjamkan paling banyak satu miliar won (Rp 11,54 miliar) dan jaminan sebanyak 300 juta won (Rp 3,46 miliar) kepada masing-masing perusahaan kecil dan menengah selama lima tahun. Small Enterprise and Market Service menyediakan dana bantuan pengelolaan sebanyak 20 miliar won (Rp 230,94 miliar) dan jaminan sebanyak 100 miliar won (Rp 1,15 triliun) kepada pengusaha kecil yang mempekerjakan kurang dari 10 orang. Jenis bidang usaha yang akan mendapat bantuan adalah restoran, tempat penginapan, pedagang eceran dan grosir, pariwisata, pengakutan, layanan, dan sebagainya.


Korea Selatan termasuk tiga negara yang mengalami dampak terbesar di bidang ekonomi akibat penyebaran wabah COVID-19. Menurut kantor berita Bloomberg, bank investasi Natixis memprediksi dampak COVID-19 lebih besar daripada virus SARS pada tahun 2003 karena peran China dalam manufaktur global dan volume ekspor bahan setengah jadi dari China telah membesar. Terutama mereka memprediksi bahwa negara-negara di Asia Utara seperti Korea Selatan, Jepang dan Taiwan yang bergantung pada jaringan pasokan China di bidang elektronik, otomotif, mesin, dan tekstil, akan mendapat dampak dan kerugian terbesar.


Kerugian itu dapat dilihat langsung di bidang produksi mobil. Produsen otomotif tidak dapat memperoleh komponen dari China hingga harus menghentikan produksinya. Selain itu, penyebaran wabah COVID-19 menghentikan berbagai kegiatan masyarakat termasuk makan di luar, perjalanan, perbelanjaan, dan sebagainya. Sebagai contoh, Pulau Jejudo mengalami pukulan yang sangat besar karena tidak dikunjungi baik wisatawan domestik maupun luar negeri sejak penyebaran wabah mematikan itu.


Sementara itu, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in meminta masyarakat untuk melakukan kegiatan mereka seperti biasa tanpa mengkhawatirkan wabah COVID-19. Menteri Perusahaan Ventura, Usaha Kecil dan Menengah Korea Selatan, Park Young-sun menjanjikan pihak kementerian untuk segera memberikan dana yang diperlukan bagi para pengusaha untuk meneruskan kegiatan bisnis dan juga bersedia menyediakan sumber keuangan tambahan jika diperlukan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >