Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Moody’s Pertahankan Prediksi Kestabilan Kredit Korsel di Level "Aa2"

#Isu Sepekan l 2020-05-16

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kredit internasional utama, Moody's pada hari Selasa (12/05/20), mempertahankan prediksi kestabilan kredit Korea Selatan di level "Aa2" dan memprediksi peringkat ke depannya di level "stabil". Level "Aa2" adalah peringkat ketiga teratas dalam penilaian kredit negara oleh Moody’s. Selain Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Abu Dhabi juga berada di level "Aa2". Moody’s meningkatkan prediksi kredit Korea Selatan ke level "Aa2" pada Desember 2015, kemudian mempertahankannya selama tiga tahun hingga saat ini.


Sementara itu, lembaga pemeringkat kredit internasional yang lain, Fitch Ratings dan Standard and Poor's (S&P), masing-masing menempatkan kredit Korea Selatan di level “AA-” dan “AA”. Level “AA-” merupakan peringkat keempat, sementara level “AA” merupakan peringkat ketiga teratas. Keduanya menandakan bahwa kondisi kredit Korea Selatan di level yang stabil. Ketiga lembaga itu menggolongkan 10 peringkat besar sebagai “investasi yang memenuhi syarat.”


Peringkat kredit Korea Selatan sempat anjlok pada saat krisis moneter di akhir tahun 1997 kemudian mulai pulih sejak tahun 2001. Pada tahun 2002, kredit Korea Selatan naik ke level “A” dan terus naik hingga level sekarang.


Moody’s menjelaskan, kredit Korea Selatan dipertahankannya karena kerugian ekonominya akan terbatas, serta keuangan dan utang negara tidak memburuk meskipun wabah COVID-19 menyebar. Menurut Moody’s, Korea Selatan memiliki kemampuan yang baik dalam ekonomi makro dan pengontrolan keuangan serta valuta asing, sehingga akan mempertahankan potensi pertumbuhan ekonomi dan indikasi keuangan serta utang dengan kuat.


Moody’s juga memprediksi bahwa Korea Selatan akan terdampak dalam konsumsi dan ekspor akibat COVID-19 karena negara itu merupakan negara manufaktur yang berorientasi pada ekspor. Di samping itu, masalah penuaan populasi dan risiko Korea Utara disebutnya sebagai unsur negatif dalam pertumbuhan Korea Selatan.


Sementara itu, pemerintah Korea Selatan menilai bahwa prediksi Moody’s tersebut mengonfirmasi kepercayaan luar negeri terhadap ekonomi Korea Selatan meskipun kondisi di dalam maupun luar negeri cukup sulit akibat COVID-19. Jika tidak terjadi hal-hal yang tidak dapat diprediksi, kestabilan kredit Korea Selatan akan dipertahankan.


Akan tetapi, Moody’s menilai perusahaan Korea Selatan cenderung mengalami kerugian dan kreditnya memburuk akibat kasus COVID-19, ditambah dengan kegiatan perusahaan yang juga ikut menyusut pada semester pertama tahun 2020 ini. Moody’s mempertimbangkan penurunan prediksi kredit untuk 13 dari antara 22 perusahaan non-finansial Korea Selatan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >