Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Pemerintah Korsel Umumkan Kebijakan “New Deal Gaya Korea”

#Isu Sepekan l 2020-07-18

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Pemerintah Korea Selatan pada tanggal 14 Juli mengumumkan kebijakan “New Deal Gaya Korea” untuk menciptakan 1,9 juta peluang kerja dengan dana sebesar 160 triliun won hingga tahun 2025. Kebijakan itu merupakan strategi pengembangan negara untuk mengatasi krisis COVID-19 dan memimpin ekonomi global di era pasca COVID-19.


Kebijakan yang diumumkan dalam rapat yang dipimpin Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in itu mencantumkan tiga visi, yaitu ekonomi terdepan, ekonomi rendah emisi karbon, dan masyarakat inklusif. Arah kebijakannya adalah memperkuat jaringan keamanan perekrutan masyarakat ke dua arah, yakni “Digital New Deal” dan “Green New Deal”. Untuk itu, dikemukakan 28 tugas yang akan dilaksanakan.


Pemerintah Korea Selatan akan menginvestasikan modal sebesar 67,7 triliun won hingga tahun 2022 dan 160 triliun won hingga tahun 2025. Dengan modal itu, pemerintah berencana menciptakan 887 ribu peluang kerja hingga tahun 2022 dan 1,9 juta peluang kerja hingga tahun 2025. Modal tersebut akan terdiri dari 114,1 triliun won pengeluaran pemerintah pusat, 25,2 triliun won untuk pengeluaran pemerintah daerah, dan 20,7 triliun won investasi swasta.


Untuk “Digital New Deal”, pemerintah Korea Selatan akan mengembangkan kecerdasan buatan, infrastruktur medis cerdas, dan sebagainya dengan tujuan menciptakan 903 ribu peluang kerja dengan modal sebesar 58,2 triliun won. Sementara untuk “Green New Deal” akan diciptakan sebanyak 657 ribu peluang kerja dengan modal sebesar 73,4 triliun won dalam pembangunan 25 kota cerdas, pembuatan sekolah hijau dan cerdas, dan lainnya.


Untuk memperkuat keamanan perekrutan, pemerintah menanamkan modal sebanyak 28,4 triliun won untuk menciptakan 339 ribu peluang kerja. Selain itu, pemerintah akan memperbolehkan para tenaga kerja khusus seperti tenaga kerja lepas untuk mendapat jaminan asuransi ketenagakerjaan.


Kebijakan “New Deal Gaya Korea” tersebut berawal dari gagasan untuk mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 kemudian dikembangkan menjadi kesempatan Korea Selatan untuk maju. Presiden Moon menyebutnya sebagai “proklamasi perubahan Korea Selatan untuk melompat menjadi negara pemimpin.”

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >