Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Pertumbuhan Ekonomi Korsel Memburuk pada Kuartal Kedua 2020

#Isu Sepekan l 2020-07-25

Warta Berita

ⓒ Getty Images Bank

Bank Sentral Korea (BOK) pada tanggal 23 Juli mengumumkan angka sementara pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan untuk kuartal kedua 2020. Angka tersebut tercatat –3,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. PDB Korea Selatan mengalami pertumbuhan minus selama dua kuartal berturut-turut dan angka tersebut merupakan yang terendah dalam 22 tahun 3 bulan, sejak krisis finansial Asia di kuartal pertama tahun 1998.


Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tercatat sebesar –2,9 persen, merupakan yang terendah dalam 21 tahun 6 bulan sejak kuartal keempat 1998 yang tercatat di angka –3,8 persen. 


Ekspor Korea Selatan juga mengalami penurunan sebanyak 16,6 persen karena kemerosotan ekonomi global akibat pandemi COVID-19. Penurunan ekspor itu merupakan yang terendah dalam 56 tahun 6 bulan, sejak kuartal keempat 1963 yang tercatat –24 persen. Impor Korea Selatan juga turun sebanyak 7,4 persen. Investasi fasilitas dan konstruksi ikut turun masing-masing sebesar 2,9 dan 1,3 persen.


Sementara konsumsi swasta meningkat sebanyak 1,4 persen berkat stimulus pemerintah dan penurunan pajak konsumsi. Menurut bidang usaha, produksi pertanian, perikanan, dan kehutanan menurun sebanyak 9 persen. Jasa dan layanan juga ikut turun sebanyak 1,1 persen. 


Sementara Pendapatan Nasional Bruto (PNB) riil Korea Selatan juga mengalami pertumbuhan minus, yakni –2 persen. Penurunan PNB lebih kecil daripada PDB berkat perbaikan kondisi perdagangan seperti nilai tukar mata uang, harga satuan ekspor dan impor, dan sebagainya.


Tampaknya pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada kuartal kedua 2020 merupakan yang terburuk. BOK mengatakan ekspor dan konsumsi swasta lebih lemah daripada yang diperkirakan. Ekspor otomotif dan telepon genggam berada di bawah perkiraan karena pembatasan perjalanan di negara tujuan ekspor dan penutupan pabrik di wilayah setempat akibat pandemi COVID-19. Konsumsi swasta juga tidak memenuhi harapan meskipun menunjukkan peningkatan berkat bantuan dari pemerintah.


BOK memandang ekonomi Korea Selatan dapat meningkat pada kuartal ketiga karena kemungkinan negara-negara utama tidak akan memperkuat pembatasan perjalanan dan ekonomi China tumbuh pada kuartal kedua. BOK menyatakan kecepatan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan dapat diketahui setelah melihat sejumlah indikasi ekonomi masa depan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >