Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korsel dan AS Perpanjang Swap Mata Uang untuk 6 Bulan

#Isu Sepekan l 2020-08-01

Warta Berita

ⓒ YONHAP News

Bank Sentral Korea (BOK) pada tanggal 30 Juli menyatakan bahwa Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) telah sepakat untuk memperpanjang perjanjian pertukaran (swap) mata uang yang semula akan berakhir pada tanggal 30 September, menjadi tanggal 31 Maret 2021. Dengan itu, pemerintah Korea Selatan dan BOK mengharapkan kestabilan pasar keuangan dan valuta asing di dalam negerinya.


Korea Selatan dan AS menandatangani perjanjian swap mata uang senilai 60 miliar dolar AS pada tanggal 19 Maret lalu untuk mencegah krisis keuangan global akibat COVID-19.


BOK menerangkan bahwa kedua pihak sependapat untuk memperpanjang perjanjian swap mata uang mereka karena ketidakpastian masih berlanjut akibat pandemi COVID-19. 


Bank Sentral AS, The Fed pada tanggal 29 Juli waktu setempat mengumumkan bahwa pihaknya memperpanjang swap mata uang dengan sembilan negara termasuk Korea Selatan. Dalam langkah yang sama, The Fed memperpanjang kerja sama repurchase agreement line (repo line) dalam bentuk foreign and international monetary authorities atau FIMA. Kerja sama tersebut berupa penyediaan fasilitas stok dolar AS dari The Fed kepada sejumlah negara emerging market, agar dapat digunakan ketika bank sentralnya memerlukan likuiditas dolar.


Perpanjangan swap mata uang tersebut dinilai untuk mencegah kekhawatiran dalam pasar keuangan global. Pada awalnya, kasus COVID-19 diprediksi akan berakhir setelah enam bulan, tetapi kini penularannya semakin parah. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi dunia sangat terbatas. Jika pasar keuangan tidak dapat dipastikan, ekonomi dunia akan menghadapi krisis. Swap mata uang berperan untuk mencegah kekhawatiran tersebut.


Wakil Perdana Menteri Urusan Perekonomian Korea Selatan, Hong Nam-ki menilai, perpanjangan perjanjian swap mata uang tersebut akan berdampak besar untuk mencegah kekhawatiran di pasar keuangan di tahap awal.


Sementara itu, pemerintah Korea Selatan menyatakan pasar keuangannya mulai stabil secara cepat, tetapi selalu ada ketidakpastian di pasar. Karena itu, swap mata uang antara Korea Selatan dan AS dapat membantu kestabilan pasar. Perpanjangan yang dilakukan lebih awal dua bulan tersebut diharapkan mempunyai efek yang lebih besar pada kondisi pasar.


Setelah kabar tentang perjanjian swap mata uang pada tanggal 19 Maret lalu, nilai tukar won Korea dengan dolar AS yang sebelumnya terus meningkat setiap harinya, mulai menunjukkan penurunan dan Indeks Harga Saham Gabungan Korea atau KOSPI melompat drastis.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >