Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kontroversi Pembongkaran “Patung Seorang Gadis Perdamaian” di Berlin, Jerman

#Isu Sepekan l 2020-10-17

Warta Berita

ⓒYONHAP News

“Patung Seorang Gadis Perdamaian” yang telah didirikan di Berlin, Jerman sempat hampir dibongkar oleh otoritas distrik Mitte, tetapi perintah pembongkarannya ditunda dan kini tengah menunggu putusan pengadilan setempat.


Distrik Mitte pada tanggal 13 Oktober memberitahukan bahwa sebuah kelompok sipil bernama Korea Verband menyerahkan sebuah perintah ke Pengadilan Administratif Berlin untuk menangguhkan pelaksanaan perintah pembongkaran “Patung Seorang Gadis Perdamaian” sehingga perintahnya tidak berlaku lagi dan sedang menunggu keputusan pengadilan.


Sebelumnya ketika mengeluarkan perintah untuk membongkar patung tersebut, distrik Mitte menyatakan bahwa tulisan di batu nisan telah diukir tanpa izin sebelumnya, sehingga menimbulkan ketegangan dalam hubungan antara Jerman dan Jepang. Kemudian distrik itu menyampaikan kepada Korea Verband bahwa pihaknya akan melakukan pembongkaran dan mengklaim biayanya jika mereka tidak membongkar patung tersebut secara langsung.


“Patung Seorang Gadis Perdamaian” dibuat untuk memperingati wanita korban perbudakan syahwat Jepang saat Perang Pasifik dan merupakan simbol masalah HAM wanita korban perang di seluruh dunia. 


Akan tetapi, distrik Mitte memerintahkan pembongkaran patung tersebut dalam waktu 10 hari setelah mereka mengizinkan pendiriannya. Menurut distrik Mitte, penjelasan yang tertulis di patung tersebut menargetkan Jepang dan hal itu menimbulkan konflik dengan Jepang.


Penjelasan tersebut menyatakan bahwa tentara Jepang membawa wanita sebagai budak seksualnya di seluruh wilayah Asia Pasifik dan menghormati keberanian para korban yang masih hidup dan melakukan kampanye untuk mencegah terjadinya kembali kejahatan perang.


Pada bulan Juli, distrik Mitte mengizinkan pendirian “Patung Seorang Gadis Perdamaian” melalui proses yang rumit. Sikap distrik Mitte yang secara tiba-tiba memerintahkan pembongkarannya itu tidak dapat dipahami, kecuali dugaan adanya protes keras Jepang di balik layar.


Pembongkaran patung tersebut kini ditunda karena protes dari berbagai lembaga dari Korea Selatan, masyarakat Korea Selatan di Jerman, serta pejabat dan rakyat Jerman. Oleh karena itu, patung tersebut kemungkinan besar akan tetap berada di tempatnya.


Kepala distrik Mitte menyatakan bahwa pendapat dari masing-masing pihak yang bersangkutan akan dibahas di pengadilan. Sementara Korea Verband menyatakan pihaknya ingin menyediakan kompromi yang menangani kepentingan pihak Korea Verband maupun pemerintah Jepang.


Oleh karena itu, tulisan penjelasan patung tersebut diperkirakan akan diperbaiki dengan isi tentang masalah wanita korban perang di seluruh dunia untuk menekankan nilai universal isu korban perbudakan syahwat.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >