Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

IHO Putuskan untuk Kembangkan Standar Peta Laut Internasional Baru

#Isu Sepekan l 2020-11-21

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Organisasi Hidrografi Internasional (International Hydrographic Organization, IHO) pada tanggal 16 November, memutuskan untuk memberikan nomor khusus ke nama laut di standar peta laut internasionalnya. Oleh karena itu, Laut Timur yang selama ini ditulis dalam label nama “Laut Jepang” akan diubah dengan nomor pada peta laut internasional.


IHO membuka sidang umum secara virtual pada hari tanggal 16 November dan mengadopsi daftar S-130 yang menggantikan S-23 untuk menyebutkan laut dengan nomor khusus.


Perwakilan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menerangkan S-23 hanya akan dirilis pada terbitan yang sudah ada dan tidak dibuat lagi. Mengenai kapan S-130 akan digunakan, pihaknya mengatakan sulit untuk memprediksi hingga kapan pengembangan S-130 dapat diselesaikan.


IHO mengedarkan hasil sidang umum tersebut dalam bentuk surat kepada negara anggotanya lalu diumumkan secara resmi pada tanggal 1 Desember mendatang. Jika S-130 digunakan, label nama “Laut Jepang” akan hilang dan digantikan dengan nomor khusus pada peta digital.


Dalam edisi pertama S-23 yang dirilis pada tahun 1929, Laut Timur ditulis dengan label nama “Laut Jepang”. Karena saat itu adalah zaman penjajahan Jepang, maka Korea Selatan tidak dapat mengklaim nama aslinya yakni, Laut Timur.


Untuk memperbaikinya, pemerintah Korea Selatan meminta nama Laut Timur dituliskan bersama dengan label nama “Laut Jepang” sejak tahun 1997. Namun, Jepang menolaknya secara sepihak dengan mengklaim S-23 sebagai basis faktanya. Kemudian, Korea Selatan dan Korea Utara serta Jepang memulai pembahasan tidak resmi setelah sidang umum IHO pada April 2017, tetapi tidak kunjung menemukan solusi. Akhirnya, IHO yang mengusulkan pemberian nomor khusus untuk nama laut.


Selama ini pemerintah Korea Selatan melakukan upaya diplomatik untuk menulis nama Laut Timur bersama dengan label nama “Laut Jepang” dan hingga tahun ini, lebih dari 40 persen peta dunia menggunakan nama Laut Timur bersama “Laut Jepang”.


Mengenai keputusan IHO tersebut, Korea Selatan dan Jepang mengeluarkan penilaian mereka masing-masing. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan pihaknya telah berhasil mempercepat penyebaran label nama Laut Timur di dunia berdasarkan hasil sidang umum IHO kali ini dan menganggap S-23 tidak menjadi standar selama standar baru tengah dikembangkan. Sedangkan media-media Jepang merendahkan makna peta laut digital dan menafsirkan bahwa prinsip penulisan label nama “Laut Jepang” akan tetap dipertahankan.


Walau demikian, upaya Korea Selatan untuk menulis nama Laut Timur  dinilai membuahkan hasil yang cukup baik. S-130 menggunakan nomor untuk Laut Timur, tetapi peta yang dibuat setiap negara menggunakan nama-nama laut seperti sebelumnya. Dalam peta-peta tersebut, akan semakin banyak penulisan nama Laut Timur secara mandiri atau bersama dengan label nama “Laut Jepang”.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >