Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kasus Global COVID-19 Lampaui 60 Juta Orang

#Isu Sepekan l 2020-11-28

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Kasus global COVID-19 telah melampaui 60 juta kasus, sementara kasus harian di Korea Selatan telah melebihi angka 500 kasus. Setelah musim dingin mulai datang di belahan bumi utara, penyebaran COVID-19 semakin cepat di dalam dan luar negeri.


Worldometer, situs web yang menyediakan statistik real-time untuk pandemi pada tanggal 24 November melaporkan bahwa jumlah pasien COVID-19 telah mencapai 60.053.346 orang di seluruh dunia, hanya dalam waktu 11 bulan sejak kasus pertama COVID-19 dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) pada tanggal 31 Desember 2019.


Jumlah kasus kumulatif tercatat mencapai 10 juta orang dalam 179 hari sejak COVID-19 dilaporkan kemudian waktu yang dibutuhkan untuk peningkatan setiap sepuluh juta kasus terus menyingkat dari 44 hari, 38 hari, 32 hari, hingga 21 hari. Hanya dibutuhkan 16 hari untuk peningkatan kasus global dari 50 juta menjadi 60 juta kasus. Rata-rata kasus harian global adalah 590 ribu kasus, meningkat 1,5 kali lipat dibandingkan sebulan yang lalu.


Hingga kini, Amerika Serikat (AS) memiliki pasien COVID-19 terbanyak dengan mencapai 12,93 juta orang. Kemudian 9,22 juta orang di India, 6,12 juta orang di Brasil, 2,15 juta orang di Prancis, dan 2,14 juta orang di Rusia. 11 negara memiliki lebih dari satu juta pasien COVID-19. Jumlah kematian global telah melampaui 1,41 juta kasus, termasuk 26,6 ribu kasus di AS.


Jumlah kasus harian COVID-19 di Korea Selatan juga meningkat drastis. Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (Korea Disease Control and Prevention Agency, KDCA) pada tanggal 26 November menyatakan 583 kasus COVID-19 dilaporkan di Korea Selatan. Jumlah kasus harian melonjak lebih dari 200 kasus dari sehari sebelumnya dan merupakan penghitungan harian tertinggi sejak tanggal 3 Maret lalu.


Peningkatan tersebut dikarenakan penularan massal dari berbagai tempat dan pertemuan. Kecepatan penularan dianalisis lebih cepat daripada kecepatan pelacakan kontak. Oleh sebab itu, kondisi saat ini akan menjadi lebih serius dibandingkan gelombang pertama dan kedua.


Mempertimbangkan kondisi tersebut, para pakar penyakit menular menyarankan peningkatan level jaga jarak sosial, dari Level 2 saat ini ke Level 2,5.


Pemerintah Korea Selatan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pertemuan dan kegiatan, mematuhi protokol pencegahan penyakit, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >