Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Vaksinasi COVID-19 Telah Dimulai, Pengaruhnya terhadap Kondisi Ekonomi Dunia?

#Isu Bisnis l 2020-12-14

Dunia Bisnis

ⓒ YONHAP News

Pada tanggal 8 Desember, Inggris telah memulai vaksinasi COVID-19 untuk masyarakatnya. Vaksin COVID-19 yang telah menyelesaikan uji klinis fase ketiga disuntikkan kepada masyarakat umum untuk pertama kali di dunia. Selain Inggris, negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Kanada, dan lainnya mengumumkan rencana vaksinasi COVID-19.


Pemerintah Korea Selatan juga menyatakan pada tanggal 8 Desember bahwa pihaknya telah mengamankan vaksin COVID-19 untuk 44 juta orang. Jumlah itu lebih banyak daripada jumlah yang direncanakan pada awalnya, namun ada pandangan bahwa jumlah vaksin yang disediakan terlalu sedikit dibandingkan Jepang atau AS yang mengamankan jumlah vaksin yang lebih banyak, yakni 2-5 kali lipat dari jumlah penduduknya. Periode penyuntikan vaksin COVID-19 di Korea Selatan juga dinilai terlambat sekitar tiga bulan dibandingkan negara lain. Pemerintah menjelaskan bahwa efektivitas dan kinerja vaksin belum dapat dikonfirmasi, sehingga sengaja memperlambat periode vaksinasi untuk meneliti apakah ada efek samping yang mungkin bermunculan. 


Vaksinasi di seluruh dunia berlangsung dengan cepat sehingga muncul harapan untuk pemulihan ekonomi global pada tahun depan. Distribusi vaksin dan obat COVID-19 bermanfaat bagi kondisi ekonomi Korea Selatan. Sementara, pemerintah Korea Selatan mengeluarkan peringatan bahwa pihaknya akan mencermati memanasnya pasar saham dan real estat dengan saksama. Pemerintah telah mengucurkan banyak dana untuk menangani COVID-19, namun mengkhawatirkan peningkatan pasar aset sebelum kondisi ekonomi rill memulih. 


Kecepatan untuk pulih dari dampak ekonomi akibat COVID-19 bisa berbeda-beda sesuai standar pendidikan dan pendapatan. Menurut hasil survei Direktorat Jenderal Statistik Nasional Korea Selatan pada kuartal ketiga tahun ini, guncangan dalam hal gaji lebih besar bagi kalangan berpendapatan rendah. Efek dari dukungan pemerintah juga tidak terlalu besar, sehingga selisih pendapatan antar golongan masyarakat dapat melebar. Pemerintah Korea Selatan harus mempersiapkan pemulihan ekonomi di era pasca COVID-19 dan mengatasi polarisasi masyarakat.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >