Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Korsel Berpartisipasi dalam Perjanjian Artemis

#Isu Sepekan l 2021-05-29

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Kementerian Sains, Teknologi, Informasi dan Telekomunikasi Korea Selatan pada hari Kamis (27/05) menyatakan pihaknya telah menandatangani Artemis Accords atau Perjanjian Artemis, yang menentukan prinsip kerja sama internasional yang dikelola Amerika Serikat (AS) dalam penjelajahan dan pemanfaatan bulan dengan damai. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan KTT Korea Selatan dan AS pada tanggal 21 Mei lalu.


Program Artemis adalah sebuah program yang dilakukan untuk mengirim manusia ke bulan, dan dilakukan setelah 50 tahun sejak program Apollo di tahun 1970-an. Negara-negara yang melakukan penjelajahan bulan harus menyepakati Perjanjian Artemis untuk bekerja sama dengan Badan Antariksa (NASA) AS.


Perjanjian Artemis pertama disepakati oleh delapan negara pada tanggal 13 Oktober 2020. Delapan negara tersebut adalah AS, Australia, Kanada, Jepang, Luksemburg, Italia, Inggris, dan Uni Emirat Arab. Kemudian Ukraina bergabung di tahun yang sama. Korea Selatan menjadi negara kesepuluh yang menandatangani Perjanjian Atemis.


Perjanjian Atemis berisi perjanjian untuk penjelajahan bulan yang damai, kerja sama, pengumuman informasi yang jelas, dan kolaborasi untuk keselamatan. Negara yang bersaing dalam hal pengembangan antariksa dengan AS seperti Rusia, mengkritik perjanjian itu sebagai trik untuk mengklaim kepentingan pribadi di luar angkasa.


Kini AS merupakan negara paling maju dalam hal penjelajahan bulan, maka Perjanjian Artemis merupakan kesepakatan penting bagi negara-negara lain yang ingin mengembangkan misi penjelajahan bulan. Korea Selatan telah bekerja sama dengan NASA dalam berbagai bidang, maka penandatanganan Perjanjian Artemis akan membuat kolaborasi dengan NASA semakin aktif. Korea Selatan berencana meluncurkan pengorbit bulan KPLO pada bulan Agustus 2022 dan juga mengembangkan pengorbit bersama NASA. Pengorbit itu dilengkapi Shadow Cam NASA, sebuah kamera yang diarahkan ke permukaan yang teduh untuk mencari wilayah pendaratan yang potensial.


Penandatanganan Perjanjian Artemis diperkirakan akan menciptakan efek sinergi sejalan dengan pengakhiran pedoman rudal Korea Selatan dan AS. Korea Selatan sebenarnya mengalami kesulitan dalam mengembangkan pengorbit bulan secara mandiri akibat pedoman rudal yang akhirnya ditiadakan tersebut.


Menteri Sains, Teknologi, Informasi dan Telekomunikasi Korea Selatan Lim Hye-sook berharap keikutsertaan Korea Selatan dalam Artemis Accords akan menjadi kesempatan untuk memperluas kolaborasi penjelajahan antariksa Korea Selatan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >