Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Pemangkas Rambut Perempuan – Na Do-hyang

#Sudut Sastra Korea l 2022-01-14

Sudut Sastra Korea

ⓒ Getty Images Bank

Dia menggenggam alat cukur itu. Aku tidak menyangka, ia bahkan memiliki tangan yang sangat cantik. Tangannya terlihat segar bagaikan ikan putih yang bergoyang-goyang dengan kait di mulutnya.    

Aku menutup mataku. Mungkin lebih baik aku menutup mataku erat-erat dan merasakan tangannya tiba-tiba menyentuhku, dibandingkan melihat tangan cantiknya itu mendekati atas pipiku sambil memegang alat cukur.    



- Cuplikan Program


Walaupun penglihatanku gelap, aku dapat merasakan wajah perempuan itu bergerak ke sana dan kemari. Tangannya  membelai pipiku. Tangan yang lembut bagaikan kain sutra itu tak henti menyentuh pipiku. Jari-jarinya menari sesuka hati di wajahku, bagai seekor kadal yang melompat-lompat.     

Nafasnya yang beraroma dupa itu masuk dan menggelitik lubang hidungku. Terkadang lulutnya yang lembut menyapu lulutku, terkadang sangat dekat seperti hendak berpangku di atas lututku. 


나의 얼굴 위에는 감은 눈을 통하여

그 여자의 얼굴이 왔다갔다 하는 것이 보인다.

뺨을 쓰다듬는다.

비단결 같은 손이 나의 얼굴을 시들도록 문지르고

잘라진 꽁지가 발딱발딱 뛰는 도마뱀 같은 손가락이

나의 얼굴 전면에서 제멋대로 댄스를 한다.


그리고는 몰약을 사르는 듯한 입김이

나의 콧속으로 스쳐 들어오고

가끔가끔 가다가 그의 몽실몽실한 무릎이 나의 무릎을 스치기고 하고

어떤 때 거의 나의 무릎 위에 올라앉을 듯이 가까이 왔다.



Sang pemuda merasakan sesuatu yang sangat istimewa saat perempuan sang pemangkas rambut itu mencukur bulu wajahnya. Ini adalah adegan yang paling deskriptif dan menarik dari cerpen “Pemangkas Rambut Perempuan.” Sang tokoh utama tidak memiliki banyak pengalaman dengan wanita, perasaannya terhadap sang pemangkas rambut itu adalah sesuatu yang baru baginya. Pemuda itu sangat memperhatikan gerak-gerik tangan sang wanita, dan mengartikan keramahannya sebagai pertanda ketertarikan padanya.



Aku tidak tahan ingin membuka mataku. Matanya yang melihat begitu dalam setiap pori-pori wajah dan lubang telingaku pasti akan terlihat begitu jernih bagaikan mata air yang membasuh jiwaku. Bibir merahnya yang berjarak hanya beberapa sentimeter dari bibirku akan membuat darahku yang lesu ini kembali mendidih dan terbakar.        

Namun, aku tidak berani membuka mataku. Ini pertama kalinya aku merasa senang dan gembira di hadapan seorang perempuan yang memegang pisau di tangannya.   


Aku sangat senang bukan kepalang dan berjalan dengan bangga. Seperti ada sesuatu yang menghubungkan antara diriku dan dirinya. Rasa puas yang tak dapat kujelaskan itu membuat pundakku berayun-ayun. Aku berjalan dengan cepat-cepat karena ingin menceritakannya kepada sahabatku yang berada di asrama.


눈이 뜨고 싶어 못 견디었다.

그의 정성을 다하여 나의 털구멍과 귓구멍을 들여다보는 눈이

얼마나 영롱하여 나의 영혼을 맑은 샘물로 씻는 듯하랴.

그리고 나의 입에서 몇 치가 못 되는 거리에 있는 

그의 붉은 입술이 얼마나 나의 시든 피를 끓게 하고 타게 하는 듯하랴.


그러나 나는 눈을 뜨지 못하였다.

칼 든 여성 앞에서 이렇게 쾌감을 느끼고

넘치는 희열을 맛보기는 처음이다.        


나는 기막히게 좋다.

나는 활개를 치고 걸어온다.

그리고는 그 여자가 

자기와 그 여자 사이에 무슨 낙인이나 쳐놓은 것처럼

그 무엇이 연결되어진 듯하였다.


그리고는 말할 수 없는 만족이 어깻짓 나게 하여 활갯짓이 나게 한다.

얼른얼른 가서 같은 하숙에 있는 K군에게 

자랑을 하리라 하고서  겅정겅정 걸어온다.




Pengarang Na Do-hyang (Naju, 30 Maret 1902 – 26 Agustus 1926)

Debut: 1922 – novel “Masa Muda“

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >