Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Aliansi Baterai Korsel yang Dipimpin oleh Hyundai Motor Company

#Isu Bisnis l 2020-06-29

Dunia Bisnis

ⓒ HYUNDAI MOTOR GROUP

Wakil Presiden Hyundai Motor Company (HMC), Chung Eui-sun berencana untuk bertemu dengan Presiden SK Group, Choi Tae-won dalam waktu dekat. Hyundai, Samsung, LG dan SK adalah perusahaan konglomerat yang mewakili Korea Selatan dan juga bersaing di pasar. Pembahasan bisnis resmi antara Samsung dan Hyundai merupakan suatu hal yang sangat luar biasa. Baterai dari LG Chem dan SK Innovation telah dipasang di mobil Hyundai, namun baterai dari Samsung SDI tidak mempunyai hubungan dengan HMC akibat perbedaan bentuk baterai yang diinginkan. Namun, sejalan dengan peningkatan perhatian terhadap industri mobil listrik di masa depan, perusahaan besar tersebut secara aktif bergabung.


Menurut Bloomberg NEF yang memberikan hasil penelitian terkait industri digital, harga produksi baterai untuk mobil listrik per satu kilo watt hour pada tahun lalu mencapai 156 dolar Amerika. Harga itu turun sebesar 76,5% dibandingkan tahun 2013 lalu, yang tercatat sebesar 663 dolar Amerika. Harga produksi baterai untuk mobil listrik semakin menurun, sehingga kolaborasi antara perusahaan pembuat baterai dan perusahaan otomotif dilaksanakan dengan giat. Sebelum pasar mobil listrik terbuka secara aktif, kolaborasi dengan perusahaan baterai sangat dibutuhkan untuk menang dalam persaingan. Teknologi perusahaan baterai Korea Selatan sangat unggul, sehingga apabila Hyundai bergabung dengan tiga perusahaan baterai global, Hyundai dapat mengembangkan dan memproduksi baterai berkualitas tinggi dengan harga produksi yang cukup rendah. Perusahaan baterai juga dapat menggambarkan rencana di masa depan melalui kolaborasi dengan perusahaan besar. Diperkirakan Korea Selatan juga akan membentuk hubungan aliansi antara Hyundai Motor Company, Samsung, SK dan LG. Aliansi baterai Korsel akan berkontribusi tinggi pada ekonomi Korea Selatan.


Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan menanamkan modal sebesar 76 triliun won sampai tahun 2025 untuk melaksanakan kebijakan “New Deal Gaya Korea” demi menciptakan lapangan kerja dan mengatasi krisis ekonomi. Banyak pihak memerhatikan apakah aliansi baterai Korsel yang menjadi bagian pusat dari “New Deal Gaya Korea” ini mampu mendominasi pasar di dunia atau tidak.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >