Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Dapatkah KTT Korut-AS ke-3 Diadakan?

#Isu Sepekan l 2020-07-11

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Stephen Biegun dalam kunjungannya ke Seoul, sempat mengatakan pihaknya bersedia melakukan dialog jika pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un menunjuk orang yang akan berdialog dengan AS. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump juga menyebut kemungkinan konferensi tingkat tinggi (KTT) Korea Utara dan AS yang ketiga dalam sebuah wawancara. Dengan demikian, perhatian kini tertuju pada kemungkinan KTT Korea Utara dan AS yang ketiga sebelum pemilihan presiden AS.


Dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Biegun juga menegaskan bahwa AS mendukung pemerintah Korea Selatan dalam melaksanakan proyek kolaborasi dengan Korea Utara. Mengenai hal tersebut, Ketua Juru Runding Perdamaian Semenanjung Korea, Lee Do-hoon menambahkan bahwa kedua pihak telah membicarakan cara untuk memulai proyek kolaborasi tersebut dalam waktu dekat. Korea Selatan dan AS juga sepakat akan berupaya untuk memulihkan momentum untuk berdialog dengan Korea Utara.


Tekad AS untuk berdialog dengan Korea Utara tersebut menarik perhatian karena dikemukakan di tengah tegangnya situasi di Semenanjung Korea akibat perbuatan keras Korea Utara beberapa saat lalu, seperti penghancuran kantor penghubung antar-Korea, pemulihan pos jaga yang dihancurkan di zona demiliterisasi, dan lainnya.


Setelah serangkaian perbuatan keras Korea Utara tersebut, Kim Jong-un menunda aksi militer terhadap Korea Selatan dalam rapat Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea yang dipimpinnya pada tanggal 23 Juni lalu.


Sementara itu, pemerintah Korea Selatan menyatakan pihaknya akan berperan sebagai perantara dan mencari kesempatan untuk berdialog dengan Korea Utara dan akhirnya membuat AS mengeluarkan pesan untuk berdialog dengan Korea Utara.


Namun, tampaknya sulit untuk mengadakan dialog dengan Korea Utara karena AS mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melakukan KTT setelah melakukan perundingan tingkat kerja. Biegun telah meminta Kim Jong-un untuk menunjuk sosok yang akan berdialog dengannya, namun membantah bahwa AS tidak pernah meminta pertemuan dengan Korea Utara terkait pernyataan Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui yang menolak dialog tersebut. Trump juga menyampaikan, ia hendak berdialog dengan Korea Utara hanya “jika bermanfaat”, yang artinya AS tidak perlu tergesa-gesa berdialog dengan Korea Utara karena tidak ada ancaman langsung pada negerinya.


Meskipun demikian, Trump kemungkinan besar akan melakukan KTT Korea Utara dan AS yang ketiga secara mengejutkan untuk kembali terpilih menjadi presiden AS.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >