Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Khawatir Gelombang Kedua COVID-19, Korsel Perketat Protokol COVID-19

#Isu Sepekan l 2020-08-22

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Pemerintah kota Seoul melarang demonstrasi lebih dari 10 orang di seluruh wilayah Seoul mulai tanggal 21 Agustus. Larangan tersebut berlangsung selama 10 hari dan setingkat dengan jaga jarak sosial Level 3 Korea Selatan di tengah meningkatnya penyebaran COVID-19 di wilayah metropolitan Seoul baru-baru ini.


Jaga jarak sosial Level 2 yang diberlakukan sebelumnya melarang perkumpulan atau pertemuan lebih dari 50 orang di dalam ruangan dan lebih dari 100 orang di luar ruangan hingga tanggal 30 Agustus. Selain itu, ibadah gereja dilakukan secara daring dan pertandingan olahraga profesional diadakan tanpa penonton. Lalu pemerintah kota Seoul juga melarang operasi 12 fasilitas yang dianggap berisiko tinggi selama 10 hari, seperti restoran buffet, warnet, tempat les swasta, dan sebagainya.


Kondisi COVID-19 di Korea Selatan baru-baru ini cukup serius sehingga muncul seruan untuk meningkatkan jaga jarak sosial ke Level 3 yang merupakan level tertinggi. Setelah tambahan 113 kasus COVID-19 pada tanggal 15 Juli lalu, jumlah kasus harian di Korea Selatan terus berada di bawah 50 kasus dan lebih banyak kasus yang berasal dari luar negeri daripada penularan di dalam negeri. Namun, mulai tanggal 14 Agustus, jumlah kasus harian terus meningkat, mulai dari 166 kasus pada tanggal 15 Agustus, 279 kasus pada tanggal 16 Agustus, hingga 324 kasus pada tanggal 21 Agustus.


Penyebaran kali ini dikhawatirkan karena terpusat pada wilayah metropolitan Seoul yang padat penduduk dan banyak komutasi penduduk. Otoritas pencegahan penyakit menyatakan bahwa penularan awalnya lebih cepat dibandingkan gelombang pertama yang terpusat di kota Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara.


Meskipun level jaga jarak sosial ditingkatkan, pemerintah Korea Selatan belum meningkatkannya ke Level 3 karena khawatir akan memperparah kemerosotan ekonomi. Namun, kondisinya dapat berubah sewaktu-waktu. Kapasitas tempat tidur rumah sakit di wilayah metropolitan Seoul masih cukup, tetapi dikhawatirkan akan segera penuh jika kondisi saat ini terus berlanjut.


Otoritas pencegahan penyakit telah menyatakan gelombang kedua COVID-19 dapat menyebar ke seluruh Korea Selatan kapan saja dan seminggu ke depan adalah waktu yang penting untuk mengontrol penyebarannya. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat Korea Selatan untuk mematuhi protokol jaga jarak sosial selama dua minggu ke depan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >