Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Era KOSPI 3.000 yang Diraih dalam Waktu 13 tahun

#Isu Bisnis l 2021-01-11

Dunia Bisnis

ⓒ Getty Images Bank

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) melampaui level 3.000 poin pada tanggal 6 Januari lalu untuk pertama kalinya sejak pasar saham Korea Selatan dibuka pada tanggal 3 Maret 1956. KOSPI pada tahun lalu berhasil mengatasi pengaruh COVID-19 dalam kecepatan yang paling tinggi di antara 20 negara utama di dunia setelah sempat tercatat yang paling rendah akibat COVID-19. Pencegahan COVID-19 dan perbaikan struktur ekonomi Korea Selatan dianalisis sebagai unsur penting dalam pertumbuhan KOSPI. 


KOSPI di level 3.000 poin dicapai berkat pertumbuhan industri teknologi baru. Bersama dengan semikonduktor yang menjadi inti dalam industri yang sudah ada, cabang industri baru yang disebut BBIG, yakni bioteknologi, baterai, internet, dan game, menguasai urutan atas kapitalisasi pasar, sehingga berkontribusi tinggi dalam mengevaluasi kembali KOSPI. Kenaikan KOSPI akhir-akhir ini dievaluasi sebagai hasil dari perubahan struktur industri Korea Selatan. 


Visi di bidang industri pertumbuhan baru cukup cerah di masa depan, sehingga evaluasi global terhadap pasar saham Korea Selatan juga berubah. Premi 5 tahun Credit Default Swap (CDS) Korea Selatan yang menunjukkan risiko kebangkrutan negara pernah melampaui 500 basis poin (bp) pada tahun 2008 ketika krisis keuangan global melanda, namun angka itu telah turun ke 21 bp yang terendah dalam sejarah. Artinya, daya tarik untuk memasukkan dana global ke Korea Selatan telah meningkat.


Namun, ada pula peringatan yang muncul karena hanya pasar aset yang memanas, sedangkan kondisi ekonomi riil tidak kunjung membaik. Artinya meskipun pemerintah mengeluarkan banyak dana, dana itu hanya menuju ke pasar saham dan real estat, bukan ke bidang yang membutuhkan. Oleh sebab itu, pemerintah harus siap untuk menghadapi gelembung di pasar aset dan mengambil langkah agar likuiditas di pasar saat ini menimbulkan efek secara produktif. Era KOSPI 3.000 telah dibuka. Meskipun masih ada unsur yang menjadi kekhawatiran, namun hal itu menjadi harapan agar ekonomi Korea Selatan dapat mengatasi kesulitan di tengah pandemi COVID-19 dan pulih dengan baik. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >