Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Paradoks Netralitas Karbon

#Isu Bisnis l 2021-11-22

Dunia Bisnis

ⓒ YONHAP News

Pada Konvensi Iklim PBB COP26 yang menghadirkan pemimpin dari 197 negara di dunia, Perjanjian Iklim Glasgow diadopsi. Langkah yang sangat menonjol dalam 'Perjanjian Iklim Glasgow' kali ini adalah mengurangi pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap dan berupaya untuk menghentikan subsidi untuk bahan bakar fosil secara bertahap. Sejalan dengan penerapan perjanjian yang berfokus pada pengurangan penggunaan batu bara, maka industri Korea Selatan yang mengeluarkan banyak emisi karbon akan terdampak, seperti industri baja, petrokimia, semen, industri kimia yang menggunakan batu bara, dan industri lain. Namun kali ini, negara-negara pengguna batu bara terbesar di dunia, seperti AS dan China, tidak berkomitmen untuk berpindah dari penggunaan batu bara akibat kelangkaan energi di negara mereka. 


Akibat kenaikan harga bahan baku, kinerja perusahaan di bidang industri petrokimia Korea Selatan mengalami penurunan pada semester kedua tahun ini. Harga LPG internasional naik 60 persen dibandingkan 5 bulan sebelumnya, sehingga kondisi perusahaan produksi gas juga buruk. Akibatnya, banyak negara, termasuk Korea Selatan, mengangkat suara untuk memprotes langkah negralitas karbon.


Minsky Moment merujuk pada awal krisis keuangan setelah anjloknya nilai aset dan runtuhnya sistem keuangan secara mendadak. Dikhawatirkan bahwa kebijakan terkait netralitas karbon dapat memicu terjadinya 'Minsky Moment.' Dengan kata lain, skema netralitas karbon dapat menyebabkan masalah energi, kenaikan harga minyak internasional, bahan baku, inflasi hijau dan lainnya dan menjadi bom waktu bagi ekonomi internasional. Kebijakan ramah lingkungan harus dicapai oleh semua negara, sehingga banyak persiapan harus tersedia, seperti pengembangan teknologi, dan penyusunan kembali struktur industri yang sangat mengandalkan kimia. Untuk itu, masing-masing pihak harus melengkapi kekurangan kebijakan yang ada, dan bukan malah menurunkan target netralitas karbon. Yang terpenting adalah stabilitas industri dan ekonomi Korea Selatan dalam proses transisi energi yang harus dicapai di masa depan. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >