Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Hati-hati Awas Kaca – Lee Eun-seon

2023-09-01

ⓒ Getty Images Bank
Bus itu datang. Sang penjaga pintu hotel yang mengenakan setelan jas tuksedo itu membungkuk, memberi salam kepada para tamu. 
Para pegawai yang sedang membersihkan jendela sambil bergantung dari gedung bertingkat tinggi itu langsung menarik tali mereka dan naik ke atas. Mereka tidak sempat membersihkan semua bangkai burung yang berserakan di sana-sini. Tepat sebelum para penumpang bus turun, para pembersih hotel dan penjaga pintu dengan cepat menyingkirkan serpihan-serpihan bangkai burung itu dengan tangan kosong mereka.  
Ada sesuatu yang bergerak di bawah permukaan air danau. Gelombang air yang diciptakannya dengan perlahan surut, berkilau memantulkan sinar matahari.

- Cuplikan program:


Di antara para turis beredar rumor bahwa makhluk danau itu sering berkeliaran di sekitar gunung pada malam hari. Awalnya, makhluk itu sengaja keluar dari danau hanya untuk membuktikan kebenaran rumor tersebut. Tidak lama kemudian, para turis mulai kehilangan minat mereka. 
Namun, kehidupan di danau itu tidak sepenuhnya membosankan. Terkadang, para pembersih jendela hotel yang naik dan turun dengan tali dari atap hotel memberi salam kepadanya. 
Para pembersih hotel itu sudah seperti bagian dari kaca hotel itu sendiri. Mereka tidak menghiraukan apa yang terjadi di kamar di balik jendela itu. Dunia mereka hanya sebatas membersihkan noda-noda yang mengotori jendela kaca itu. Beberapa tamu hotel mengeluh saat para pembersih itu tanpa sengaja menatap mereka, namun keluhan mereka langsung berhenti begitu para pembersih itu kembali memanjat ke atas. 

관광객들 사이에서는 깊은 밤마다 온몸이 물에 젖은 괴물이
호수를 이탈하여 산 곳곳을 드나든다는 말도 돌아다녔다.
처음에는 그것을 증명하기 위해 슬쩍슬쩍 물 바깥으로 나가보았다.
그 역시도 오래지 않아 흥미를 잃었다.
그렇다고 해서 호수의 생활이 모두 심드렁한 것만은 아니었다.
청소부들이 시시때때로 도르래를 타고 오르내리며 괴물에게 안부를 물어왔기 때문이었다.

청소부들은 유리창의 일부나 다름없었다.
그들은 유리 안쪽의 일에 눈을 감고, 
바깥쪽의 얼룩을 지우는 일만이 세상의 전부라고 여겼다.
간혹 유리창에 비친 제 모습을 바라보다가 투숙객의 항의를 받기도 했지만
도르래 줄을 타고 올라가버리면 그만이었다.


Para turis dalam cerita itu terlalu fokus dengan diri mereka sendiri sehingga mereka tidak menyadari apa yang terjadi di sekeliling mereka. Mereka tidak sadar akan burung-burung yang mati menabrak jendela kaca, tidak sadar akan kerja keras para pembersih jendela dan bahkan tidak menghiraukan keberadaan makhluk menakjubkan di danau itu. Retakan yang muncul pada akhir cerita ini merupakan sebuah peringatan bagi manusia yang hidup secara egois. Bila kita tidak peduli dengan keberadaan orang lain, makan orang lain pun akan dengan mudah melupakan keberadaan kita.


Dengan suara keras, bus itu bergerak mundur dan menabrak pintu lobi. Papan nama hotel yang tergantung di atas  pintu lobi itu pun terjauh. Sang penjaga pintu dan pemandu wisata itu pun terkejut dan ternganga, mereka secara bergantian melihat ke arah bus dan papan nama yang terjatuh.
Setelah para turis itu pergi, para pembersih jendela kembali bergelantungan di udara. Makhluk danau itu menguap di  bawah permukaan air, dan sekelompok burung-burung kembali beterbangan dan menabrak jendela kaca hotel. Pintu lobi hotel itu mulai retak. 
Dengan perlahan, retakan itu menyebar melewati tanda “Hati-hati, Awas Kaca” yang tertulis dalam berbagai bahasa dan mencapai tempat di mana papan nama hotel itu sebelumnya berada. Sang penjaga pintu dan tukang pembersih dan sejak tadi membersihkan bangkai-bangkai burung itu dengan terlambat berusaha menahan pintu lobi itu, namun usaha mereka sia-sia.
Bus bersisi rombongan turis baru datang menaiki bukit. Bus itu datang dengan cepat, melebihi kecepatan menyebarkan retakan di pintu lobi. Para pembersih jendela yang bergelantungan di udara pun segera menanjak dengan cepat, dan makhluk di dalam danau itu menghela napas panjangnya. Retakan itu menyebar dengan cepat ke arah danau kaca itu. 

버스가 요란한 소리를 내며 후진으로 올라오다 호텔 현관문을 꽝 박았다.
문 위에 매달린 호텔의 현판이 툭 떨어졌다.
도어맨과 가이드가 입을 딱 벌리고 버스와 현판을 번갈아가며 쳐다보았다.

관광객들이 떠나자 다시 도르래를 탄 사람들이 허공에 떴다.
호수 안으로 들어가 있던 괴물이 기지개를 켰다.
새떼가 날아와 유리창에 부딪혔다.
호텔의 현관에 뒤늦게 실금이 생기기 시작했다.

조용히 문을 가른 금이 ‘유리주의’라고 쓰인 여러 나라의 말들을 뒤덮었다.
금은 호텔 현판이 있던 쪽으로도 다가갔다.
새를 줍던 청소부와 도어맨이 뒤늦게 문을 붙들어 보았지만 소용없었다.

새로운 투숙객들을 실은 버스가 올라왔다.
유리에 금이 가는 것보다 버스가 호텔로 올라오는 속도가 더 빨랐다.
허공의 청소부들이 건물 위로 솟구쳤다.
호수를 유영하던 괴물이 긴 숨을 내뿜었다.
금이 유리 호수 쪽으로 맹렬하게 번져갔다.



Lee Eun-seon (lahir 1983 di kota Boryeong, Propinsi Chungcheong Selatan)
    - Debut: cerita pendek “Gajah Merah” (2010)

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >