Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Ekonomi

Perjanjian Perdagangan Bebas Terbesar di Dunia, RCEP

#Isu Bisnis l 2019-11-11

Dunia Bisnis

© YONHAP News

Para negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) di wilayah Asia dan Pasifik mengeluarkan hasil yang bermakna di KTT yang digelar di Bangkok, Thailand pada tanggal 4 November lalu. RCEP adalah perjanjian perdagangan bebas di wilayah Asia dan Pasifik yang menghadirkan 16 negara meliputi 10 negara anggota ASEAN, Korea Selatan, China, Australia, Jepang, India dan Selandia Baru. Upaya untuk menyatukan pasar yang raksasa itu dimulai oleh China pada tahun 2012 lalu. Negosiasi pertama RCEP digelar pada tahun 2013 dan para anggota membahasnya selama tujuh tahun. Akhirnya, 15 negara menyepakati isi perjanjian, kecuali India. 


Seperti halnya pertikaian perdagangan antara AS dan China, negara-negara di dunia semakin memperkuat proteksionisme. Kesepakatan isi perjanjian RCEP yang terasa komprehensif dan saling menguntungkan turut menaikkan nilai perdagangan bebas. Terutama bagi Korea Selatan, RCEP diperkirakan berperan sebagai penyangga di tengah ketidakstabilan yang memburuk akibat konflik perdagangan antara AS dan China. 


Jika RCEP ditandatangani secara final, maka PDB akan meningkat dengan rata-rata 1,1% per tahun, dan perdagangan negara juga diperbaiki sebesar 28,7 milyar dolar Amerika. Hambatan perdagangan di bidang manufaktur seperti elektronik, listrik, dan otomotif diturunkan, sehingga diperkirakan kegiatan ekspor dapat menjadi lebih aktif. Investasi di bidang industri jasa meliputi kargo yang menghubungkan China dan Asia Tenggara, jasa keuangan, dan sebagainya juga akan meningkat. Namun, bukan hanya hal-hal positif saja yang tersedia dalam penandatanganan RCEP. 


Menurut data dari Institut Ekonomi Pedesaan Korea, Korea Selatan telah mengekspor hasil pertanian senilai 3,15 miliar dolar Amerika kepada negara-negara anggota RCEP pada tahun 2015 lalu. Namun, jumlah impor Korea Selatan dari negara tersebut mencapai 6,68 miliar dolar Amerika. Jika RCEP ditandatangani secara final di tengah situasi tersebut, maka pengaruh terhadap biji-bijian, sawi putih, bawang bombai, bawang putih, yang dihasilkan di Korea Selatan cukup besar. 


Setelah pembahasan RCEP mulai dibahas, para negara anggota menggelar 28 kali negosiasi resmi, 16 kali pertemuan tingkat menteri, dan tiga kali pertemuan tingkat tinggi. Namun, mereka baru mendapatkan hasil dalam kurun waktu tujuh tahun. Mulai saat ini, mereka harus membuka jalan yang saling menguntungkan melalui rencana dan pembahasan yang lebih saksama agar negara-negara di wilayah Asia dan Pasifik berkembang secara bersama-sama. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >