Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Ekonomi

KTT Trilateral Korsel, China dan Jepang ke-8

#Isu Bisnis l 2019-12-23

Dunia Bisnis

© YONHAP News

KTT Trilateral Korea Selatan, China, dan Jepang digelar di Chengdu, China pada tanggal 24 Desember. KTT Trilateral Korea Selatan, China dan Jepang digelar untuk pertama kalinya secara tidak resmi pada tahun 1999 di sela KTT ASEAN plus Tiga, dan kemudian dikelola sebagai kerangka pertemuan independen sejak tahun 2008 lalu. Namun akibat masalah dari sisi politik, diplomasi, dan militer, sejak saat itu KTT trilateral hanya digelar sebanyak dua kali hingga saat ini. Khususnya untuk tahun ini, Korea Selatan mengalami konflik akibat pembatasan ekspor Jepang terhadap Korea Selatan, sehingga ada banyak isu yang harus dituntaskan oleh ketiga negara. Untuk itu, Presiden Moon akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden China, Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe secara terpisah. 


Isu yang paling penting dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Xi pada tanggal 23 Desember, dan pertemuan dengan Perdana Menteri China, Li Keqiang adalah masalah Korea Utara. Jika China yang telah menyelesaikan tahap pertama negosiasi perdagangan antara AS dan China pada tanggal 13 Desember lalu dapat memengaruhi Korea Utara untuk membuka kembali dialog antara AS dan Korea Utara, maka risiko terkait Korea Utara yang menyulitkan ekonomi Korea Selatan juga turut berkurang. Selain itu, koneksi antara kebijakan China "Satu Sabuk, Satu Jalan“ dan “Kebijakan Baru ke Arah Selatan” dari Korea Selatan, penandatanganan terakhir Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), dan sebagainya juga sangat penting. Namun, isu yang paling penting adalah pencabutan langkah balasan China terhadap Korea Selatan. 

Presiden Moon dan Perdana Menteri Abe menggelar KTT bilateral dalam waktu 15 bulan. Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pencarian jalan keluar konflik dua negara karena pebatasan ekspor Jepang terhadap Korea Selatan, masalah GSOMIA, keputusan Mahkamah Agung Korea Selatan untuk kompensasi korban kerja paksa warga Korea oleh perusahaan Jepang, dan sebagainya yang belum dipecahkan. Jika pertemuan Presiden Moon dan PM Abe membuahkan hasil yang baik, maka hubungan kedua negara dapat kembali ke titik sebelum bulan Juli lalu sebelum pembatasan ekspor Jepang dilaksanakan. Diperkirakan hasil KTT Trilateral Korea Selatan, China dan Jepang yang membahas peningkatan kerja sama ekonomi tiga negara akan memberikan pengaruh besar pada pengembangan ekonomi Asia Timur.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >