Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Ekonomi

Bursa Korea yang Memasuki Earning Season

#Isu Bisnis l 2020-07-13

Dunia Bisnis

ⓒ YONHAP News

Perusahaan-perusahaan Korea Selatan telah memulai earning season yang berarti periode pengumuman kinerja usaha berdasarkan kuartal atau semester. Pengumuman kinerja perusahaan itu mempunyai hubungan langsung dengan harga saham perusahaan itu, sehingga para investor menaruh banyak perhatian.


Pada tanggal 7 Juli lalu, Samsung Electronics mengumumkan bahwa laba operasional kuartal kedua mereka mencapai 8,1 triliun won. Walaupun kondisinya tidak baik akibat COVID-19 maupun konflik perdagangan antara AS dan China, kinerja Samsung tersebut melampaui berbagai perkiraan pasar. Kinerja yang mengejutkan itu terjadi di bidang semikonduktor. Sejalan dengan peningkatan permintaan terkait kegiatan tanpa tatap muka, COVID-19 menjadi peluang bagi Samsung Electronics. Kinerja semikonduktor Samsung Electronics diperkirakan mencapai 5 triliun won yang tercatat paling tinggi sejak kuartal keempat tahun 2018 lalu. LG Electronics juga cukup menunjukkan kinerja yang baik.


Pada awalnya, laba operasional LG Electronics diperkirakan hanya mencapai 300 miliar won karena banyaknya pabrik di luar negeri yang harus menghentikan operasinya sementara waktu akibat COVID-19. Namun, kinerja LG melampaui perkiraan yang pesimis tersebut. Selisih penurunan kinerjanya dibandingkan tahun lalu cukup besar, namun hasilnya relatif baik daripada yang dikhawatirkan. Hal tersebut diperoleh berkat daya saing yang luar biasa di bidang produk elektronik. Namun, tidak semua perusahaan menunjukkan kinerja yang baik. Perusahaan di bidang-bidang seperti minyak bumi, gas, otomotif, dan kimia mengalami defisit pada kuartal kedua. Oleh sebab itu, banyak yang memerhatikan perkembangan di Bursa Korea pada semester kedua.


Kinerja perusahaan Korea Selatan pada kuartal kedua tahun ini cukup baik terlepas dari kecemasan pada awalnya yang diakibatkan pandemi COVID-19. Harga saham di Bursa Korea pada pekan lalu mengalami kenaikan. Namun di era pasca COVID-19, standar penilaian terhadap sebuah industri bisa berubah, sehingga kita perlu mencermati perubahan harga saham, sesuai dengan perubahan yang diakibatkan oleh COVID-19 pada kinerja perusahaan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >