Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Budaya

Nyonya Pemilik Rumah Gubuk – Kim Jong-ae

#Sudut Sastra Korea l 2022-06-17

Sudut Sastra Korea

ⓒ Getty Images Bank

Ketika pembagian rasio diberhentikan dan bencana kelaparan dimulai, warga yang tidak dapat bekerja karena kekurangan pangan harus mengisi formulir yang disebut ‘8,3.’ 8,3 adalah kebijakan pemerintah mengenai produksi daur ulang, di mana setiap bulan, pekerja diharuskan memproduksi berbagai barang yang telah ditentukan oleh Partai Komunis untuk lapangan pekerjaan dan kelompok partai masing-masing. Pada intinya, 8,3 adalah kebijakan sosial yang ditentukan untuk setiap lapangan pekerjaan. Apabila mereka tidak memiliki barang yang dapat diproduksi, maka mereka harus membayar uang tunai dengan jumlah yang setaraf.


- Cuplikan program: 



Nenek Eun-shim, tetangga Kyong-shim itu membuka kantung kain yang Kyong-shim bawa. Ia tahu, bahwa panci aluminium mengkilap itu adalah salah satu hadiah pernikahan Kyong-shim. Sang nenek terkejut dan terlihat khawatir.

Kyong-shim tahu, apa makna dari tatapan sang nenek. Ia pun menceritakan alasannya menjual panci tersebut. Kyong-shim tidak berani menceritakan bahwa selama dua hari ini keluarganya hidup hanya dengan meminum air. Ia hanya bisa menangis.

“Aduh... Kami tidak tahu kalau keluarga Sun-cheol menderita seperti ini karena tidak bisa makan. Seharusnya kamu cerita, dong, padaku... Kamu kan tahu seperti apa jaman sekarang ini... Apa kamu tidak pernah dengan, tetangga jauh lebih baik daripada saudara.” 


할머니가 다가들며 경심이의 천 가방을 열었다.

반짝이는 알루미늄 양재기가 결혼하면서 갖고 온 기물이라는 것을 

알고 있는 은심 할머니가 와뜰 놀라며 경심을 주시한다.


그 눈이 무엇을 묻고 있는가를 아는 경심은

할 수 없이 그릇을 팔러 떠나게 된 사연을 터놓았다.

풀죽만 먹다가 물로 이틀을 견뎠다는 말까지는 꺼내지 못하고

그냥 설움에 치밀어 울음을 터트리고 말았다.


“우린 순철이네가 식량 때문에 이렇게까지 고생하는 줄은 몰랐소.

에구, 말을 해야지. 지금이 어떤 세월인데.... 

이웃이 사촌보다 낫다는 소릴 못 들었소?

그러지 말고 우리 집 강냉이를 먼저 갖다 먹소. 

우리 집에 먹을 게 떨어지기 전에 갚아 주면 되오.”



Walaupun Korea Utara adalah negara patriarki, di masa bencana kelaparan tahun 90-an terjadi, banyak pria yang kehilangan pekerjaannya dan menganggur, sementara para wanita bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluarga mereka. Cerita Kyong-shim mewakilkan tantangan yang para wanita Korea Utara hadapi, serta keteguhan mereka untuk bertahan hidup. Namun mereka tidak sendirian, terdapat solidaritas yang tinggi antara sesama wanita di Korea Utara. Hal ini ditunjukkan melalui adegan, di mana tetangga Kyong-shim, Nenek Eun-shim, mau membagikan makanan milik keluarganya untuk Kyong-shim, padahal ia pun tidak punya makanan yang berlebih.



Ia merasakan kesadarannya mulai menghilang dan tubuhnya tenggelam ke dalam permukaan tanah. Kini Kyong-shim tahu, apa yang disebut dengan kematian. Ia juga sudah mengalaminya kemarin malam. Tetapi, berbeda dengan malam sebelumnya, kali ini hatinya lebih tenang karena ia merasakan suatu kepuasan. Kemarin malam ia sedih, namun malam ini ia gembira. Walaupun ia pergi, keluarganya hidup.... Ia telah menyelamatkan keluarganya. 

Sebagai seorang ibu yang telah menyelamatkan anak-anaknya dari mati kelaparan, ia sangat bangga dan hatinya terasa penuh. Itu bukan hanya perasaannya saja, melainkan sebuah fakta.

Anak-anak Kyong-shim dan suaminya tidak menyadari, bahwa ibu dan istri mereka kini berada di ambang kematian. Kyong-shim tidak memedulikan butir-butir jagung yang berserakan. Di matanya hanya terlihat nyawa-nyawa yang telah ia selamatkan. 

Kyong-shim ingin terus melihat sosok-sosok itu hingga akhir. Dengan kedua mata yang terbuka, Kyong-shim pun berhenti bergerak. Dadanya pun berhenti berdebar. Senyum di wajah yang tirus itu tidak terhapus bagaikan bunga lili yang merekah. 


경심은 의식이 흐려지고 몸이 땅 밑으로 잦아드는 것을 어렴풋이 느꼈다.

이게 죽음이라는 것도 안다. 어젯밤 분명 겪었으니까.

그러나 엊저녁과는 상대적으로 다른 만족감이 차분히 가슴에 내려앉는 것을 경심은 느꼈다. 어젯밤엔 슬펐지만 지금은 행복했다. 이렇게 가도 식구들은 사니까, 아니 살렸으니까.


엄마가 돼 애들을 굶주림에서 꺼내 주고 죽음에서 살렸다는 만족감이 가슴 그득히 차오른다. 이건 느낌이 아닌 분명한 현실이다.


식구들은 엄마가 그리고 아내가 지금 운명하고 있다는 것도 몰랐다.

눈 앞엔 널린 강냉이가 아닌 살 수 있는 생명만 보였다.

경심이는 그 모습을 끝까지 보려 눈을 뜬 채로 움직임을 멈춘다.

오르내리던 가슴도 잠잠해진다.

여윈 얼굴에 그 때까지 지우지 않은 미소가 백합처럼 피어 있었다.




Kim Jong-ae (lahir 1968 di Cheongjin, Propinsi Hamgyeong Utara, Korea Utara)

- Debut: Cerita pendek “Nasi” (2014)

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >