Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Sejarah

Suling Damai Manpasikjeok

2018-10-17

Annyeonghasimnika, Inilah Seoul

ⓒ Korea Creative Contents Agency

Pada masa kerajaan Shilla ada seorang raja bernama Sinmun. Dia adalah putra sulung Raja Munmu.


Saat memerintah kerajaan Shilla, mendiang Raja Munmu sangat menderita karena melawan musuh dari negara tetangganya.


Menjelang kematiannya, Raja Munmu meninggalkan wasiat kepada para pesuruhnya. Ia meminta untuk dikuburkan di atas batu besar di tengah Laut Timur agar dapat berubah menjadi naga laut yang dapat menghancurkan musuh-musuhnya.


Raja Sinmun akhirnya memerintah dan menggantikan tahta ayahnya.


Suatu hari raja Sinmun mendapat mimpi aneh, ia pun memanggil seorang dukun dan bertanya.


Raja Sinmun : Semalam saya mimpi aneh. Saya melihat sebuah pulau kecil yang mengapung ke arah kuil budha Gameunsa. Apa anda mengetahui maknanya?


Dukun : Yang Mulia, menurut hikmat saya almarhum Raja Munmu ingin memberikan Yang Mulia hadiah yang berharga. Sebaiknya Anda segera pergi ke tempat itu sekarang.


Raja Sinmun merasa gembira mendengarkan perkataan dukun itu. Dia pun segera menuju ke Laut Timur.


Sesampainya di Laut Timur, Raja Sinmun melihat sebuah pulau yang menyerupai kura-kura.


Di puncak pulau itu terdapat sebatang pohon bambu yang luar biasa. Ia memanggil pengawal untuk memastikan apa yang ia lihat.


Raja Sinmun: Pengawal, apa kau lihat pohon itu?


Pengawal: Iya, yang mulia. Konon katanya pohon bambu itu luar biasa. Batang pohonnya akan membelah menjadi dua pada siang hari, kemudian menjadi satu pada malam hari. 


Raja Sinmun : Apa? Batang pohonnya bisa terbelah dua? Apa kamu yakin? Baiklah! Aku akan menyaksikannya dari dekat. Mari, kita harus menyeberang ke pulau itu.


Saat Raja Sinmun menyeberangi laut untuk melihat pohon bambu ajaib itu, tiba-tiba muncul seekor naga hitam raksasa dari dalam laut


Raja Sinmun bertanya kepada naga itu.


Raja Sinmun : Hei, naga, apa kau kamu tahu bagaimana pohon bambu di pulau itu bisa terbelah kemudian bersatu?


Naga : Hai Raja Sinmun.....bambu itu sama seperti prinsip saat kita bertepuk tangan. Satu tangan tidak sanggup berbunyi, sedangkan dua tangan akan mengeluarkan bunyi. Yang Mulia, buatlah sebuah suling dengan batang pohon bambu ini.


Naga laut menganjurkan Raja Sinmun membuat suling dari pohon bambu ajaib itu.


Naga : Suara suling dari pohon bambu ajaib ini pasti akan membawa keberuntungan dan kedamaian bagi negara yang anda dipimpin.


Raja Sinmun segera memerintahkan pengawalnya untuk memotong pohon bambu ajaib dan membuat sebuah suling dari bambu itu.


Raja Sinmun kemudian menamai suling itu Manpasikjeok yang bermakna 'suling yang menenangkan ombak'.


Setelah raja meniup dan menyimpan suling Manpasikjeok, negara tetangga tidak lagi menyerang kerajaan Shilla. 


Seluruh rakyat kerajaan Shilla akhirnya dapat hidup dalam keadaan damai dan penuh keberuntungan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >