Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Sejarah

Raja Gongmin dan Putri Noguk

2019-01-09

Annyeonghasimnika, Inilah Seoul

© megastudyEdu

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang raja bernama Gongmin di Dinasti Goryeo. 


Dia beberapa kali hampir lengser dari jabatannya, namun ia mampu mempertahankan jabatannya sebagai Raja di Goryeo.


Raja Gongmin kemungkinan mampu mempertahankan jabatannya karena pengaruh istrinya yang bernama Noguk.


Ratu Noguk adalah seorang putri dari Dinasti Yuan, China.


Saat dia masih gadis, Noguk dipanggil dengan nama Botapsili.


Raja Gongmin dan Ratu Noguk menikah saat Raja Gongmin ditahan di negeri Yuan.


Setelah pulang ke Goryeo, Raja Gongmin dan Ratu Noguk hidup saling mencintai, meskipun pernikahan mereka dilakukan untuk keuntungan politik dua negara.


Masalah kemudian muncul karena mereka tidak mempunyai anak hingga tahun ketujuh setelah menikah.


Raja Gongmin : Istriku, apa kamu merasa tidak nyaman harus tinggal di negeriku? Aku bisa merasakan rasa sepi yang kamu alami karena tinggal di negeri asing. Dan hal itu gara-gara aku.


Ratu Noguk : Tidak suamiku. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedih karena kita belum dikaruniai anak. Sebagai permaisuri Kerajaan Goryeo, saya malu dengan hal itu.


Raja Gongmin : Jangan sedih. Kita akan mendapat anak pada saat yang tepat.


Beberapa bulan kemudian, Ratu Noguk hamil, raja dan rakyat pun merasa gembira. 


Mendengar kabar kehamilan istrinya, Raja Gongmin bahkan sampai membebaskan semua penjahat yang dia tahan di dalam penjara istana.


Bulan berganti sampai tiba saatnya Ratu Noguk melahirkan.


Raja Gongmin merasa gembira mengetahui anaknya lahir dengan selamat, namun sayang Ratu Noguk meninggal dunia.


Raja Gongmin : Istriku? Istriku bangun bangun....


Raja Gongmin merasa sedih luar biasa. Kesedihannya tetap bertahan sampai bertahun-tahun. 


Raja Gongmin menghabiskan hari-harinya hanya dengan melihat gambar Ratu Noguk dan melupakan rakyatnya. 


Raja Gongmin juga tidak makan daging selama 3 tahun karena berduka atas mendiang istrinya.


Rakyat pun menyesalkan sikap Raja tersebut.


Rayat : Katanya, Raja Gongmin jadi orang aneh. Dia tidak peduli pada kita yang sengsara! Ia hanya duduk melamun setiap hari.


Tidak lama kemudian, Raja Gongmin meninggal karena dibunuh oleh pesuruhnya.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >