Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Korsel Sediakan Anggaran Tambahan untuk Atasi COVID-19

#Isu Sepekan l 2020-03-21

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Majelis Nasional Korea Selatan meloloskan rancangan anggaran belanja negara tambahan senilai 11,7 triliun won (Rp 148 triliun) untuk menanggulangi COVID-19 pada hari Selasa (17/03/30). Anggaran tambahan itu digunakan untuk membantu pebisnis yang menghadapi kesulitan, memperkuat penanggulangan penyakit menular, memberikan dana pengelolaan maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC), membantu kehidupan masyarakat, dan lainnya.


Rancangan anggaran tambahan diloloskan dengan sangat cepat, hanya dalam kurun waktu 12 hari sejak diajukan karena penanggulangan kasus COVID-19 yang terus memukul perekonomian dalam negeri Korea Selatan tersebut harus dilaksanakan dengan cepat.


Anggaran untuk membantu kota Daegu dan provinsi Gyeongsang Utara yang mendapat kerugian terbesar bertambah sebanyak 1,349 triliun won sehingga menjadi 1,658 triliun won. Untuk pedagang dan wirausaha yang menderita kesulitan, dana sebesar 1,163 triliun won juga disediakan. Dana bantuan untuk pengelolaan perusahaan disediakan sebanyak 1,72 triliun won dan dana bantuan untuk peminjaman uang dengan bunga yang sangat rendah disediakan sebesar 412,5 miliar won.


Anggaran untuk meningkatkan penanggulangan penyakit menular meningkat dengan pesat, terutama untuk ruang isolasi tekanan negatif dari yang sebelumnya sebesar 30 miliar won menjadi 67,5 miliar. Sebanyak 18,2 miliar won ditetapkan untuk biaya pengiriman tenaga medis demi menangani penyakit menular.


Selain itu, tersedia biaya tunjangan untuk produsen masker dan pemberian masker gratis bagi kalangan masyarakat lemah. Anggaran tambahan itu juga dipakai untuk mengatasi masalah perawatan anak, menstabilkan kehidupan masyarakat, serta membantu bidang usaha yang mengalami masalah dalam pengelolaan usahanya seperti maskapai penerbangan bertarif rendah.


Pemerintah Korea Selatan berencana menyuntikkan tiga perempat anggaran tambahan tersebut dalam dua bulan ini karena dampak COVID-19 pada ekonomi dalam negeri sangatlah serius.


COVID-19 telah menyebar dengan pesat ke seluruh dunia sehingga menyulitkan perekonomian dan mengacaukan pasar keuangan. Negara-negara utama di dunia telah melaksanakan segala upaya untuk mengatasinya. Korea Selatan yang bergantung tinggi pada ekspor diperkirakan akan menderita kerugian terbesar. Oleh karena itu, Korea Selatan harus secepat mungkin menanggulangi kondisi buruk tersebut.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >