Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Korut Lakukan Parade Militer Peringatan 75 Tahun Partai Buruh Korea pada Malam Hari

#Isu Sepekan l 2020-10-17

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Korea Utara mempromosikan senjata terbarunya, yakni rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile, ICBM) dan rudal balistik berbasis kapal selam (submarine-launched ballistic missile, SLBM) tipe baru dalam parade militer untuk memperingati 75 tahun berdirinya Partai Buruh Korea pada tanggal 10 Oktober dini hari.

 

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dalam pidatonya pada acara peringatan itu tidak menyebut Amerika Serikat (AS) secara langsung, tetapi memperlihatkan sikap yang ramah terhadap Korea Selatan, selain mendorong dan menghibur rakyat Korea Utara.


Dengan memperkenalkan senjata strategis baru untuk serangannya ke Korea Selatan, Korea Utara menegaskan tekadnya untuk menekan musuh perangnya. Korea Utara tidak melakukan provokasi dengan meluncurkan rudal, tetapi hanya memperkenalkan rudal terbarunya. Kim Jong-un tampaknya menilai provokasi tidak bermanfaat di tengah kondisi yang tidak pasti menjelang pemilihan presiden AS.


Hal yang unik dalam acara Korea Utara tersebut adalah Kim Jong-un berkali-kali menyebutkan ungkapan “terima kasih” dan “minta maaf” dalam pidatonya. Hal itu ditafsirkan bahwa dia ingin dipandang sebagai “pemimpin yang menyayangi rakyat,” selain menenangkan rakyatnya di tengah kondisi yang sulit akibat COVID-19.


Senjata strategis yang menarik perhatian dalam parade militer Korea Utara adalah ICBM tipe baru yang panjangnya diperkirakan mencapai 23-24 meter dan dibawa dengan kendaraan peluncur (transporter erector launcher, TEL) dengan 22 roda. Jika dibandingkan dengan ICBM Hwasong-15 yang memiliki panjang 21 meter dan dibawa dengan TEL beroda 18, ICBM tipe baru ini dinilai mempunyai daya jangkau yang lebih jauh. ICBM baru ini diperkirakan mampu menjangkau seluruh wilayah daratan utama AS.


Selain itu, Korea Utara memperkenalkan lebih banyak senjata strategis baru yang menargetkan Korea Selatan, antara lain sistem peluncur roket multi laras super besar, rudal balistik KN-23 yang disebut “Iskander” dan rudal ATACMS versi Korea Utara, dan sebagainya.


Kim Jong-un juga mengatakan dirinya menantikan hari saat pihaknya dapat berjabat tangan dengan Korea Selatan setelah krisis COVID-19 selesai. Namun, para pakar menganalisis bahwa pernyataan Kim tersebut perlu diperhatikan ke depannya, apakah merupakan niat untuk kembali melakukan dialog dengan Korea Selatan atau tidak.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >