Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Menhan Korsel dan AS Rilis Pernyataan Bersama

#Isu Sepekan l 2020-10-17

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Wook dan mitranya Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper pada tanggal 14 Oktober mengadakan pertemuan konsultasi keamanan (Security Consultative Meeting, SCM) ke-52 di Pentagon.


Dalam pernyataan bersama yang diumumkan usai pertemuan tersebut, Suh dan Esper menyatakan bahwa Korea Selatan dan AS sepakat untuk berupaya memenuhi persyaratan untuk transfer hak kontrol masa operasi perang (OPCON) ke Korea Selatan melalui pembahasan bersama. Namun, rincian seperti waktu implementasinya tidak disebut dalam pernyataan tersebut.


Mengenai pembagian biaya pertahanan antara Korea Selatan dan AS, tercatat bahwa jika keduanya tidak dapat mencapai kesepakatan dalam waktu dekat, kekosongan perjanjian saat ini dapat terus berpengaruh pada kesiapsiagaan aliansi. Kemudian dikatakan bahwa keduanya sepakat untuk menyelesaikan kesepakatan sesegera mungkin secara adil.


Pernyataan bersama ini tidak menyinggung apakah skala pasukan AS untuk Korea Selatan akan dipertahankan di level yang sama seperti saat ini. Padahal, hal tersebut disinggung dalam pernyataan bersama pada SCM ke-51 tahun lalu. Terkait hal tersebut, Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa AS tetap menjamin kepercayaan, kemampuan, dan kelanjutan dalam kesiapsiagaan untuk menanggulangi ancaman Korea Utara.


Terkait isu transfer OPCON, kedua pihak menunjukkan pendapat yang sedikit berbeda. Suh mengatakan pihaknya akan memenuhi persyaratan untuk OPCON dalam secepat mungkin dan mempersiapkan sistem pertahanan bersama yang dipimpin oleh militer Korea Selatan. Sedangkan Esper mengatakan, meskipun dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memenuhi persyaratan transfer OPCON, tetapi proses itu akan memperkuat aliansi Korea Selatan dan AS.


Pemerintah Korea Selatan tidak menetapkan tenggat waktu untuk transfer OPCON ketika mengatur kebijakan untuk mempromosikan transfer OPCON sejak Presiden Moon Jae-in dilantik. Namun, militer Korea Selatan secara internal menargetkan transfer OPCON agar dirampungkan hingga tahun 2022.


Pernyataan Esper tersebut ditafsirkan bahwa meskipun membutuhkan waktu yang lama, kondisi untuk transfer OPCON harus dipertimbangkan sepenuhnya untuk meningkatkan pencegahan terhadap ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >