Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Ketua Samsung Group, Lee Kun-hee Tutup Usia

#Isu Sepekan l 2020-10-31

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Ketua Samsung Group, Lee Kun-hee telah meninggal dunia di usia 78 tahun pada tanggal 25 Oktober lalu. Lee telah lumpuh sejak serangan jantung pada Mei 2014 lalu.


Lee merupakan sosok yang menumbuhkan Samsung dari sebuah perusahaan yang tidak dikenal menjadi salah satu perusahaan terunggul di dunia. Lee menjadi pemimpin Samsung Group pada tahun 1987 sejak Lee Byung-chul, ayahnya yang juga adalah pendiri Samsung, meninggal dunia.


Dia lahir di Daegu pada tahun 1942 dan menjalani SMA di Seoul. Setelah lulus dari Universitas Waseda di Tokyo pada tahun 1965, dia kemudian mengambil S2 di Universitas George Washington, Amerika Serikat. Lee mulai menjalani latihan untuk menjadi pewaris Samsung Group sejak bekerja di Samsung C&T pada tahun 1978.


Lee mengambil alih Samsung Group pada tahun 1987, setelah kematian ayahnya lalu membuat landasan untuk Samsung agar menjadi perusahaan global melalui manajemen baru pada tahun 1993. Ungkapannya, “ubah segalanya kecuali istri dan anak Anda” dikenal sebagai pengantar reformasi Samsung.


Samsung kemudian memasuki jajaran perusahaan global yang dikenal dengan strateginya, manajemen kualitas, manajemen desain, dan sebagainya. Lee dikenal sebagai pemimpin perusahaan yang memerhatikan kualitas produk. Ketika dilaporkan ada masalah pada kualitas telepon genggam yang dibuat oleh pabrik Samsung di daerah Gumi pada tahun 1995, Lee membakar semua produk yang bermasalah dengan disaksikan langsung oleh ribuan pegawainya. Peristiwa itu dinilai menjadi titik balik yang mengubah Samsung menjadi produsen berkualitas tertinggi di dunia saat ini.


Pada tahun 2006, Samsung Electronics meraih posisi tertinggi di pasar televisi global dengan mengalahkan perusahaan asal Jepang, Sony dan juga menguasai pasar ponsel pintar dengan melampaui Apple. Sebanyak 20 jenis produk termasuk memory chip menduduki peringkat pertama di dunia.


Berpulangnya Lee memiliki makna simbolis karena menandakan berakhirnya satu era di dunia bisnis Korea Selatan. Konglomerat generasi ketiga dan keempat telah resmi berkegiatan di Korea Selatan. Konglomerat Korea Selatan telah menjadi topangan ekonomi domestik pada masa pertumbuhannya dan menumbuhkan Korea Selatan sebagai negara perdagangan yang besar melalui ekspor.


Era baru dunia bisnis Korea Selatan diharapkan dalam mengelola perusahaan-perusahan ke arah yang lebih jelas dan inovatif.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >