Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Penanggulangan Angka Kelahiran Rendah dan Penuaan Populasi Korsel

#Isu Sepekan l 2020-12-19

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Pemerintah Korea Selatan pada tanggal 15 Desember mengumumkan “Rencana Dasar ke-4 untuk Atasi Kelahiran Rendah dan Penuaan Populasi” yang akan dilaksanakan mulai tahun 2021 hingga tahun 2025. Rencana tersebut mengandung berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.


Bantuan langsung yang diberikan akan ditingkatkan, mulai dari dana untuk bayi dan dana pendorong kelahiran, serta dana bantuan pendidikan bagi keluarga yang mempunyai banyak anak.


Mulai tahun 2022, dana sebesar 300 ribu won setiap bulannya akan diberikan untuk bayi di bawah 12 bulan dan dana bulanan itu akan dinaikkan menjadi 500 ribu won hingga tahun 2025. Bagi ibu yang melahirkan, dana sebesar dua juta won diberikan dan orang tua yang mengambil cuti tiga bulan untuk mengasuh bayi berumur satu tahun ke bawah akan diberikan tunjangan cuti maksimal tiga juta won per bulan. Anak ketiga dan selanjutnya dari keluarga berpenghasilan rendah akan dibebaskan seluruhnya dari biaya kuliah. Selain itu, indikator keluarga beranak banyak akan diubah dari yang saat ini tiga orang anak menjadi dua orang anak. Seorang ibu yang melahirkan bayi berhak mendapat dana sebesar tiga juta won untuk biaya medis dan pengasuhan.


Komite Kelahiran Rendah dan Penuaan Populasi mengemukakan bahwa visi dari rencana dasar ke-4 tersebut adalah membentuk masyarakat berkelanjutan yang bahagia bersama seluruh rumah tangga. Komite itu memandang kelahiran rendah harus dipandang sebagai hasil, bukan masalah. Kegelisahan terkait ketenagakerjaan dan struktur sosial yang tidak memungkinkan karir dan pengasuhan anak yang berjalan sekaligus, akhirnya membuat kalangan muda merasa sulit untuk menikah dan melahirkan sehingga mereka akhirnya menganggap bahwa pernikahan dan mempunyai keturunan tidak lagi menjadi suatu keharusan. Dari pandangan itu, pemerintah akan menyediakan berbagai kebijakan untuk para wanita agar mereka dapat mempertahankan karir mereka setelah menikah dan melahirkan.


Untuk menanggulangi penuaan populasi, pemerintah akan memperketat tanggung jawabnya terhadap kehidupan dasar lansia dan menyediakan sistem perawatan lansia dalam masyarakat.


Setiap lima tahun, pemerintah Korea Selatan membuat rencana untuk menanggulangi angka kelahiran yang rendah dan penuaan populasi, tetapi rendahnya angka kelahiran tidak kunjung membaik dan malah memburuk. Berdasarkan hasil statistik dari Direktorat Jenderal Statistik Nasional Korea Selatan, angka kelahiran tahun 2019 mencapai 0,92 orang dan jumlah bayi yang dilahirkan berkurang menjadi 303 ribu orang. Angka itu diperkirakan turun ke angka 0,8 orang pada tahun 2020 ini.


Di tengah kondisi tersebut, rencana dasar ke-4 kali ini dinilai tepat karena mendekati masalahnya secara komprehensif.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >