Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Kumpulan Isu

Saluran Komunikasi Antar-Korea Diaktifkan Kembali

#Isu Sepekan l 2021-10-09

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Saluran komunikasi antar-Korea yang diputus oleh Korea Utara secara sepihak telah diaktifkan kembali pada Senin (4/10) pukul 09.00 waktu setempat. Kementerian Unifikasi Korea Selatan menilai, hal tersebut menyebabkan tersedianya landasan untuk pemulihan hubungan antar-Korea dan kestabilan Semenanjung Korea.


Setelah pemimpin Korea Utara menyatakan niatnya untuk mengaktifkan kembali saluran komunikasi tersebut pada akhir bulan September, lima hari kemudian panggilan rutin dilakukan melalui saluran komunikasi militer dan saluran komunikasi kantor penghubung antar-Korea.


Pengaktifan saluran komunikasi dikonfirmasi melalui dua kali panggilan pada pukul 09.00 dan 17.00. Kemudian penghentian saluran dapat dilakukan jika pihak Korea Utara tidak membalas panggilan dari Korea Selatan. Korea Utara mengaktifkan kembali saluran komunikasi antar-Korea pada 27 Juli lalu setelah tidak membalas selama 13 bulan. Lalu memutus kembali secara sepihak pada 10 Agustus sebagai bentuk protes terhadap latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat.


Korea Utara mengatakan pengaktifan kembali saluran komunikasi tersebut dilakukan untuk memperbaiki hubungan antar-Korea. Sehingga kedua pihak harus mengupayakan langkah untuk penyelesaian masalah.


Saluran komunikasi antar-Korea berperan sebagai barometer dan indikator utama dalam hubungan antar-Korea. Jika hubungan dua Korea dalam keadaan baik, maka saluran komunikasi pun berjalan dengan lancar. Korea Utara biasanya tidak membalas panggilan rutin dari Korea Selatan untuk mengungkapkan ketidakpuasan terhadap Korea Selatan, Lalu kembali membalas panggilan jika ingin berkomunikasi dengan Korea Selatan terkait hal yang diinginkannya.


Mempertimbangkan peran dan makna saluran komunikasi antar-Korea, maka pengaktifan kembali saluran komunikasi tersebut  menjadi landasan dalam langkah pengamanan yang dapat mengatur kondisi darurat di Semenanjung Korea.


Langkah yang perlu diperhatikan adalah bahwa Korea Utara mengumumkan pengaktifkan kembali saluran komunikasi antar-Korea tersebut ke dalam maupun luar negeri. Hal ini dapat diartikan bahwa Korea Utara berharap pengaktifan saluran komunikasi ini dapat mendorong kemajuan dialog antar-Korea ke depannya.


Selain itu, pengaktifan saluran komunikasi itu merupakan respon dari Kim Jong-un atas usulan Presiden Moon Jae-in untuk deklarasi akhir Perang Korea. Sebelumnya, Kementerian Unifikasi mendesak Korea Utara untuk membuka dialog antar-Korea sebagai upaya pemulihan hubungan kedua Korea dan mencapai perdamaian di Semenanjung Korea.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >