Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Kumpulan Isu

Prediksi OECD Mengenai Pertumbuhan Ekonomi Korsel

#Isu Sepekan l 2021-12-04

Warta Berita

ⓒKBS News

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada tahun depan ke tiga persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,9 persen. Sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dipertahankan di 4,0 persen seperti prediksi sebelumnya.


Prediksi OECD tersebut lebih rendah daripada prediksi IMF, yaitu 3,3 persen, serta prediksi Bank Pembangunan Asia sebesar 3,1 persen, dan sama dengan prediksi pemerintah Korea Selatan, Bank Sentral Korea, dan Institut Pengembangan Nasional Korea (KDI).


OECD juga sebelumnya telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun depan pada bulan September lalu. Dengan demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan telah dinaikkan dua kali berturut-turut, di saat di mana OECD justru menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara ekonomi utama dunia, seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang.

OECD memprediksi pertumbuhan ekonomi global naik 5,6 persen di tahun ini, sebesar 4,5 persen pada 2022, dan 3,2 persen pada tahun 2023.


Sementara itu, OECD menaikkan prediksi kenaikan harga konsumen Korea Selatan sebesar 0,2 persen poin, dari 2,2 persen menjadi 2,4 persen. Kenaikan harga konsumen tahun depan dinaikkan sebesar 0,3 persen poin menjadi 2,1 persen.


OECD menilai ekonomi Korea Selatan cenderung pulih berkat ekspor dan investasi yang baik, efek kebijakan serta pelonggaran aturan jaga jarak sosial yang dipengaruhi oleh program vaksinasi yang cepat. Namun, kestabilan pasar keuangan Korea Selatan menjadi kekhawatiran karena adanya lonjakan harga real estat dan peningkatan utang rumah tangga.


OECD merekomendasikan pemerintah Korea Selatan untuk menyediakan dukungan bagi rumah tangga dan perusahaan yang terkena imbas pandemi COVID-19 agar dapat memulihkan ekonomi seutuhnya serta diperlukannya juga kebijakan monetor jangka panjang.


Terkait dengan hal itu, Wakil Perdana Menteri Hong Nam-ki mengatakan bahwa melihat hasil penilaian OECD, ekonomi Korea Selatan diperkirakan tumbuh paling cepat di antara ekonomi negara-negara maju G20 hingga tahun 2023. Ia menambahkan bahwa pemerintah menopang tren pemulihan ekonomi negara dengan kebijakan fiskal untuk mendorong permintaan domestik, sembari berfokus pada pengendalian faktor-faktor internal dan eksternal, selain berupaya untuk menstabilkan kondisi pencegahan penyakit, khususnya pengendalian virus corona varian Omicron.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >