Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Kumpulan Isu

Keluarga Beranggotakan Empat Orang Menghiling di Korsel

#Isu Sepekan l 2022-07-02

Warta Berita

ⓒGetty Images Bank

Pola keluarga beranggotakan empat orang yang terdiri atas kedua orang tua dan dua orang anak diproyeksikan akan berkurang drastis di Korea Selatan.  


Direktorat Jenderal Statistik Nasional Korea mengumumkan ragam statistik mengenai kondisi rumah tangga masa depan Korsel tahun 2020-2050 ini pada hari Selasa (28/06). 


Menurut statistik ini, jumlah rumah tangga beranggotakan satu orang adalah yang paling banyak di tahun 2020, sekitar 6,48 juta rumah tangga atau 31,2 persen dari total populasi. Selanjutnya, rumah tangga beranggotakan dua orang sebanyak 5,8 juta rumah tangga, 28 persen dari total populasi. Disusul 20,3 persen rumah tangga beranggotakan tiga orang dan 15,8 persen rumah tangga beranggotakan empat orang. Jumlah rumah tangga beranggotakan 3-4 orang menurun sedangkan jumlah rumah tangga beranggotakan 1-2 orang meningkat. 


Keadaan seperti ini ternyata makin lama makin serius. Rumah tangga beranggotakan satu dan dua orang masing-masing meningkat rata-rata 86 ribu 83 ribu dan rumah tangga setiap tahun. Sedangkan rumah tangga beranggotakan tiga, empat, dan lima ke atas masing-masing menurun 14 ribu, 62 ribu, dan 22 ribu rumah tangga setiap tahun. 


Adapun pada tahun 2050, rasio rumah tangga berpenghuni satu orang, dua orang, tiga orang, dan empat orang masing-masing mencapai 39,6 persen, 36,2 persen, 16,6 persen dan 6,2 persen. 


Kondisi rumah tangga masa depan untuk memprediksi struktur rumah tangga menurut ukuran rumah tangga, jenis rumah tangga, dan jumlah anggota di masa depan dapat mencerminkan tren perubahan rumah tangga terkini untuk digunakan dalam menentukan arah kebijakan utama seperti kesejahteraan perumahan dan lapangan kerja, dan sebagainya. 


Peningkatan jumlah rumah tangga satu-dua orang dan penurunan tajam jumlah rumah tangga dengan tiga anggota atau lebih ini dikarenakan perubahan pandangan tentang keluarga seperti tren non-perkawinan, penurunan angka kelahiran dan populasi yang menua.


Masalah yang paling serius adalah adalah penuaan rumah tangga satu orang. Diperkirakan setengah dari rumah tangga beranggotakan satu orang adalah rumah tangga dengan penghuni berusia 65 tahun atau lebih pada tahun 2050.


Peningkatan jumlah rumah tangga beranggotakan satu orang lansia menjadi unsur yang dapat sangat meningkatkan biaya sosial dari pemeliharaan, perawatan, kemiskinan, sampai kematian kesepian, sehingga dukungan kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >