Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Gaya Hidup

Tren Buku 2018

2018-12-17

Annyeonghasimnika, Inilah Seoul

© Getty Images Bank

Buku memiliki bermacam-macam fungsi. Selain menjadi jendela ilmu dan informasi, buku juga menjadi salah satu saluran untuk mengeluarkan dan membagikan pendapat dalam sebuah masyarakat. 


Pada tahun ini, para penerbit buku di Korea Selatan memilih ‘P.E.A.C.E' sebagai kata kuncinya. P.E.A.C.E bukan kata bahasa Inggris 'peace' yang bermakna perdamaian. Nah dalam edisi kali ini, kita akan mencari tahu apa makna kata P.E.A.C.E dalam tren buku Korea.


Para penerbit dan toko buku memilih kata kunci berdasarkan analisis berita hangat atau isu yang berkembang di kalangan masyarakat Korea serta data-data penjualan buku di tahun 2018. 


P.E.A.C.E adalah huruf pertama beberapa kata yang menjadi tren penerbitan dan penjualan buku di tahun 2018.


P adalah 'Premium Book', E dari 'Essay', A dari 'Academic', C dari 'Cultural Expense' dan E dari 'Equality'.


Buku edisi spesial atau buku bersampul baru menjadi satu tren di bidang penerbitan. Para pembaca tidak hanya membaca isi buku saja, namun juga ingin memilikinya. Jadi penerbit dan toko buku menyediakan beberapa buku populer dan buku klasik dengan desain sampul dan penyusunan yang baru sehingga pembaca menganggapnya sebagai buku baru. 


Buku esai juga sangat digemari pembaca tahun ini. Khususnya esai bertema ‘penyembuhan’ yang memiliki pesan motivasi dan hal-hal positif disukai pembaca wanita berusia 30 hingga 40-an tahun. Sesuai dengan selera pembaca wanita, buku itu memiliki judul dengan kalimat dan desain cantik. Buku-buku semacam itu sering diunggah di media sosial oleh pembaca.


Keinginan pembaca untuk mendapat ilmu melalui buku pun meningkat drastis. Program acara televisi yang menyampaikan ilmu dan informasi memimpin tren ini sehingga buku-buku yang ditulis oleh tokoh-tokoh di acara tersebut akhirnya laris terjual. 


Sejak bulan Juli lalu, pemerintah mengembalikan pajak atas biaya pembelanjaan hasil kebudayaan. Jika seorang karyawan yang mendapat gaji tahunan di bawah 70 juta won membeli buku dan melihat pementasan seni budaya, mereka akan mendapat pengembalian pajak sampai 30 persen. Tren tersebut membuat banyak generasi muda yang menggunakan waktu luang mereka menikmati berbagai jenis kebudayaan.


Pada tahun 2018, ada banyak kasus terkait kesewenangan, terutama dalam memanfaatkan jabatan dan posisi superior oleh atasan kepada bawahan. Hal itu menyebabkan munculnya buku-buku yang mengajarkan cara menghadapi perlakuan orang lain dan bagaimana berdiri untuk diri sendiri. Buku-buku itu menarik perhatian pembaca di tahun 2018. 


Demikianlah tren buku di Korea pada tahun 2018.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >