Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

© Seoul Happiness

Anda pasti tahu seekor binatang yang bisa mengubah warna tubuhnya dengan bebas sesuai lingkungan? Benar hewan itu adalah bunglon atau dalam bahasa inggris chameleon. Nama hewan ini sering digunakan masyarakat Korea untuk menyebut tren khusus yang berkembang di tahun 2019.


Sejak dulu istilah chameleon sering digunakan di berbagai bidang karena ciri khasnya yang bisa mengubah warna tubuhnya. 


Istilah itu saat ini muncul dengan nama “chamelezone” yang merupakan penggabungan dari kata ‘chameleon’ dan ‘zone’ yang bermakna ‘zona’. 


Istilah chamelezone dapat dimaknai sebagai ruang konsumsi zaman modern yang berubah fungsinya. Tren itu merujuk pada ruangan yang dapat digunakan dengan berbagai cara atau berbagai fungsi.


Istilah chamelezone sebagai tren konsumsi 2019 ikut mengubah fungsi toko-toko penjualan barang dan jasa yang ada di masyarakat Korea Selatan.


Toko kelontong atau minimarket tidak hanya digunakan untuk membeli barang keperluan sehari-hari tetapi juga dijadikan sebagai sebuah kafe kecil di mana para konsumen dapat menikmati kopi dan kue camilan.


Sementara itu, selain menghidangkan makanan dan minuman, kafe biasa juga menjadi ruangan yang dilengkapi dengan karya seni dan hiburan, bahkan pertunjukan musik.


Untuk memuaskan selera konsumennya, usaha toko minimarket mengingkatkan kualitas produknya dengan menyajikan biji kopi bermutu dari luar negeri, memasang mesin pembuat kopi mewah, dan mengubah interior tokonya seperti kafe.


Jumlah kafe yang melakukan promosi kesenian dan budaya juga bertambah. Mereka berusaha membuat suasana yang nyaman dan penuh dengan aroma kopi dengan menyediakan ruangan pameran lukisan, pementasan musik dan acara-acara talkshow dengan topik budaya. 


Starbucks juga sedang gencar mengubah tokonya menjadi ruangan yang dapat digunakan untuk berbagai jenis acara. Kafe global ini menyediakan rencana untuk mendukung individu-individu berbakat di masing-masing daerah untuk melakukan kolaborasi kesenian dan mengangkat budaya setempat.


Profesor Kim Nan-do yang memilih chamelezone sebagai salah satu tren tahun 2019 menjelaskan, chamelezone tidak hanya merujuk pada tempat konsumsi tetapi juga tempat mengumpulkan orang dan menikmati sensitivitas dari ruangan itu sendri.


Chamelezone merupakan tempat yang memiliki konten untuk memuaskan pengalaman indra penglihatan dan indra pendengaran dari pada fungsi fasilitas tempat itu sendiri. 


Chamelezone juga menjadi strategi dari toko-toko modern untuk memanjakan konsumennya dan membuat mereka tidak hanya berbelanja online, tetapi kembali ke toko offline.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >