Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Utara

Krisis Iran Serukan Perhatian Terhadap Hubungan Korea Utara-AS

#Fokus Sepekan l 2019-07-11

Selangkah Satu Korea

© YONHAP News

Pada tanggal 8 Juli, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasikan bahwa Iran telah memperkaya uranium di luar tingkat pengayaan yang sebelumnya telah disepakati di bawah perjanjian nuklir 2015. Pengumuman itu disusul oleh peringatan keras oleh AS terhadap Iran. 


AS telah terlibat dalam konflik dengan Korea Utara dan Iran soal nuklir. Tetapi sikap Washington sangat berbeda. Selain dua KTT sebelumnya, para pemimpin Korea Utara dan AS juga telah mengadakan pertemuan singkat bulan lalu dan menyetujui dimulainya kembali perundingan tingkat kerja untuk membahas cara-cara dalam upaya melanjutkan pembicaraan denuklirisasi yang buntu. Di sisi lain, AS meninggalkan kesepakatan nuklir dengan Iran, sementara menekan negara itu dengan sanksi ekonomi dan bahkan ancaman militer. 


Wall Street Journal menunjukkan bahwa dalam hal berurusan dengan Iran, strategi yang dimiliki Trump lebih sedikit dari pada yang dimilikinya saat menangani Korea Utara. Selain tengah berkomunikasi langsung dengan pemimpin Korea Utara, saat ini sanksi AS yang kuat terhadap Korea Utara mendapat dukungan internasional yang luas. Di sisi lain, tidak mudah bagi AS untuk mengendalikan kegiatan nuklir Iran, yang bisa menjadi satu-satunya penghalang ekonomi dan politik di Timur Tengah bagi AS.


Iran memang dapat mengambil teladan dari Korea Utara, yang berupaya meningkatkan hubungan dengan AS melalui dialog. Hubungan Korea Utara dan AS pernah sangat tegang pada tahun 2017, tetapi mereka dapat menemukan terobosan pada tahun lalu dengan mengadakan pertemuan puncak bilateral yang bersejarah. Iran dapat mengikuti jejak Korea Utara, meskipun saat ini sedang dalam konfrontasi sengit dengan AS. Namun, jika ketegangan antara Iran dan AS terus berlanjut, Korea Utara dapat mengubah sikapnya dalam negosiasi sendiri dengan AS.

Pilihan Editor