Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Utara

Korut Tawarkan Pembicaraan Tingkat Kerja dengan AS

#Fokus Sepekan l 2019-09-12

Selangkah Satu Korea

© YONHAP News

Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui mengatakan bahwa Korea Utara siap untuk melanjutkan negosiasi nuklir tingkat kerja dengan AS. Presiden AS Donald Trump telah memberikan tanggapan positif atas tawaran itu, dengan mengatakan bahwa pertemuan adalah “hal yang baik.” Choe membuat pernyataan pada tanggal 11 September malam bahwa negaranya memiliki keinginan untuk berbicara dengan AS pada akhir bulan September di waktu dan tempat yang disepakati oleh keduanya. Meskipun Korea Utara mendesak AS untuk membawa metode yang dapat diterima oleh Korea Utara, tawaran untuk kembali ke meja dialog itu sendiri dianggap sebagai pertanda yang positif. Tawaran Korea Utara mendapat sorotan karena muncul setelah serangkaian seruan dialog yang didorong oleh AS. 


Tampaknya gerakan dan tekanan Washington ke arah Pyongyang, ditambah dengan keputusan Korea Utara sendiri untuk berdialog, mendorong Korea Utara untuk mengusulkan dimulainya kembali pembicaraan dengan AS. Sementara itu, proyektil jarak pendek yang ditembakkan oleh Korea Utara pada tanggal 10 September, dipandang sebagai strategi Korea Utara dalam pertimbangan negosiasi ke depannya dengan AS. Korea Utara jelas memainkan dua pilihan yang berbeda yakni dialog dan provokasi pada saat yang sama untuk meningkatkan daya negosiasinya di masa depan dengan AS. 


Korea Utara dan AS memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang metode denuklirisasi. AS ingin menandatangani kesepakatan besar dan komprehensif untuk mempercepat proses denuklirisasi, sementara Korea Utara berpendapat bahwa mereka harus mencapai denuklirisasi secara bertahap. Sebagai imbalannya, Korea Utara menegaskan bahwa AS memberikan jaminan keamanan bagi rezim dan mencabut sanksi terhadap negaranya. Tetapi AS tidak mungkin menerima langkah-langkah sepihak yang hanya akan menguntungkan Korea Utara. Oleh karena itu, akan sulit bagi kedua pihak untuk menemukan kompromi dalam dialog mereka ke depannya. 

Pilihan Editor