Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Utara

Kelompok Peretas Korea Utara

#Mengenal Korea Utara l 2020-01-16

Selangkah Satu Korea

ⓒ Getty Images Bank

Korea Utara melakukan serangan dunia maya secara luas dan terus-menerus. Tampaknya, aktivitas kejahatan dunia maya Korea Utara tengah menjadi ancaman bagi seluruh dunia. 


Sudah diketahui bahwa Korea Utara memiliki dua organ perang dunia maya, yakni Biro Operasi Sabotase Musuh di bawah militer dan Biro Umum Pengintaian. Biro dibawah militer ini mengumpulkan informasi internal untuk mengendalikan penduduk lokal, sementara Biro Umum Pengintaian bertanggung jawab atas peretasan dengan membobol sistem keamanan untuk mencuri informasi sensitif. Biro Umum Pengintaian ini pernah ditunjuk sebagai pelaku serangan Penolakan Layanan Secara Terdistribusi (DDoS) terhadap 35 situs web lembaga-lembaga utama di Korea Selatan dan AS pada tahun 2009 lalu.


Korea Utara telah dijatuhkan sanksi keras oleh Dewan Keamanan PBB setelah uji coba nuklirnya pada tahun 2017. Di tengah keadaan ini, Korea Utara berupaya untuk menemukan terobosan dengan mencuri mata uang virtual melalui aktivitas kejahatan peretasan. Menurut laporan Dewan Keamanan PBB, Korea Utara secara ilegal mengumpulkan 570 juta dolar AS dengan melakukan serangan dunia maya pada pertukaran uang virtual di Asia Timur sebanyak lima kali antara tahun 2017 hingga September 2018. Bersama dengan Rusia, China dan Iran, Korea Utara masuk ke dalam daftar negara-negara yang menimbulkan ancaman dunia maya yang besar. 


Korea Utara memperoleh mata uang asing melalui cara ilegal dan mencuri informasi keamanan yang sensitif. Tampaknya perlu bagi masyarakat internasional untuk membuat langkah-langkah penanggulangan yang agresif terhadap serangan dunia maya Korea Utara, yang merupakan sebuah ancaman serius bagi dunia maya global.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >