Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

© KBS

Bosingak merupakan salah satu tempat istimewa bagi masyarakat Korea untuk menyambut tahun baru. Tempat ini terletak di daerah Jongno, maka kita akan naik subway jalur 1 dan turun di Stasiun Jonggak. 


Bosingak adalah sebuah paviliun tempat lonceng besar bernama Seoul Bosingak Jong. 


Paviliun ini pertama dibangun pada tahun 1396, tetapi dihancurkan berkali-kali oleh perang. Lonceng Bosingak pada awalnya ditempatkan di kuil Wongaksa kemudian dipindahkan ke tempat ini pada tahun 1895. Sejak saat itu, lonceng ini disebut dengan nama Bosingak Jong.


Namun, lonceng ini sempat rusak pada saat Perang Korea dan diperbaiki pada tahun 1953. Pemerintah Seoul kemudian membuat lonceng baru untuk memulihkan bentuk aslinya pada tahun 1986.


Sejak saat itu, Bosingak menjadi salah satu bangunan kayu yang menjadi simbol kota Seoul. 


Selain nama Bosingak Jong, lonceng yang melambangkan Seoul ini memiliki nama resmi 'Seoul Daejong' yang memiliki makna lonceng besar Seoul dan digunakan untuk memberitahukan awal tahun baru.


© KBS

Di paviliun Bosingak sering diadakan acara menyambut tahun baru, yaitu pemukulan lonceng Bosingak pada pukul 12 malam tanggal 31 Desember.


Pada acara yang diadakan setiap tahun, lonceng dipukul sebanyak 33 kali dengan meniru peraturan di zaman Kerajaan Joseon, salah satu kerajaan kuno Korea. Pada waktu itu, dengan memukul lonceng 33 kali sekitar pukul 4 subuh, pemerintah memberitahukan bahwa masyarakat boleh memulai kegiatan sehari-hari. 


Pemukulan lonceng Bosingak pada hari terakhir setiap tahun biasanya dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai bidang. Banyak penduduk Seoul datang bersama dengan keluarga dan teman mereka untuk menyaksikan tanda pergantian tahun dengan pemukulan lonceng Bosingak.


Dalam suasana ramai dan meriah mereka menyambut tahun baru bersama-sama dan menngucapkan 'selamat tahun baru' kepada satu sama lain.


Selain hari terakhir setiap tahun, lonceng Bosingak dipukul 12 kali setiap hari pukul 12 siang. 


Wisatawan luar negeri dapat menyaksikan pemukulan lonceng Bosingak setelah mendaftarkan diri untuk menjadi pemukul lonceng. 


Selain itu, di lantai dua paviliun Bosingak tersedia kostum tradisional Korea, sehingga para pengunjung dapat mengambil foto dengan mengenakan berbagai jenis pakaian tradisional Korea. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >