Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Internasional

Militer AS: Korea Utara Akan Mencari Langkah Denuklirisasi Secara Tidak Lengkap

Write: 2019-02-13 10:59:42Update: 2019-02-13 11:16:46

Militer AS: Korea Utara Akan Mencari Langkah Denuklirisasi Secara Tidak Lengkap

Photo : KBS News

Di tengah suasana negosiasi tingkat kerja Korea Utara dan AS jelang KTT ke-2 mereka,  parlemen AS menunjukkan laporan dan kesaksian skeptis atas pemenuhan denuklirisasi lengkap oleh Pyongyang. 

Komandan Komando Indo-Pasifik AS Philip S. Davidson yang hadir dalam acara dengar pendapat parlemen Majelis Tinggi hari Selasa (12/2/19) waktu setempat memilih nuklir Korea Utara sebagai ancaman terbesar di antara lima jenis ancaman wilayah India-Pasifik. 

Davidson juga mengeluarkan apresiasi positif atas penurunan ancaman Korea Utara setelah KTT dengan AS pada bulan Juni lalu. 

Meskipun demikian, dia menyatakan Korea Utara tidak akan menyerahkan senjata nuklir dan kemampuan produksinya dengan lengkap dan memprediksi Pyongyang akan mencari langkah denuklirisasi tidak lengkap dengan meminta imbalan dari AS dan dunia internasional. 

Sebelumnya Direktur Badan Intelijen Nasional AS Dan Coats juga telah menyatakan pandangan serupa atas negosiasi denuklirisasi dengan Korea Utara.  

Otoritas militer AS menekankan upaya diplomatik yang strategis harus terus berlangsung dan akan berusaha untuk melengkapi kemampuan mencegah provokasi Korea Utara. 

Meksipun demikian, pihaknya tetap menunjukkan kemungkinan untuk mengatur volume, lingkup, waktu dan jumlah latihan militer sesuai hasil negosiasi denuklirisasi. 

Militer AS juga menyatakan terima kasih atas dukungan cukup dari Korea Selatan terkait kesepakatan perjanjian khusus pembagian biaya pertahanan tahap awal yang disetujui dua negara.

Pilihan Editor