Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Ekonomi

Perang Dagang AS-China, Bisa Jadi Krisis atau Kesempatan bagi Korsel

Write: 2019-06-05 15:22:38Update: 2019-06-05 17:42:16

Perang Dagang AS-China, Bisa Jadi Krisis atau Kesempatan bagi Korsel

Photo : KBS News

Sebuah organisasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganalisis bahwa perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China dapat menjadi krisis atau kesempatan bagi Korea Selatan (Korsel).

Menurutnya, Korsel sangat lemah menghadapi dampak tidak langsung dari bea masuk, namun sangat kuat untuk membuka ekspor baru dalam kondisi yang kacau seperti ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) dalam laporannya berjudul 'Risiko dan Kesempatan bagi Negara Asia Pasifik dari Bea Masuk AS akibat Perang Perdagangan'.

Laporan itu menyebut bahwa Korsel adalah negara yang mendapat paling banyak risiko tidak langsung dari bea masuk AS. 

Selain itu, Korsel ditunjuk sebagai negara di urutan atas, yang akan mendapat dampak buruk dari pertumbuhan ekonomi China yang lambat akibat bea masuk AS.

Menurut laporan tersebut, produk elektronik dan peralatan optik kemungkinan besar menjadi sasaran bea masuk AS dan jenis produk ini mencapai 40% dari jumlah ekspor China ke AS. Korsel dan Jepang terkait erat dengan produk China tersebut sehingga terpaksa mendapat dampak dari bea masuk AS.

Sementara itu, komisi tersebut memandang perang perdagangan AS-China merupakan peristiwa yang sangat buruk, namun optimis akan ada peluang untuk menghapusnya.

Apabila produk China dikenakan bea masuk tinggi, produsen dan impotir AS akan mencari pemasok baru dan hal itu akan menjadi peluang bagi sebagian negara untuk melakukan perdagangan baru dan menarik investasi.

Korsel dipandang komisi itu sebagai negara yang akan dipilih AS sebagai pengganti China.

Pilihan Editor