Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Domestik

Upacara Peringatan Korban Perbudakan Syahwat dan Unjuk Rasa Ke-1400 Diadakan di Korsel

Write: 2019-08-14 15:06:12Update: 2019-08-14 17:10:07

Upacara Peringatan Korban Perbudakan Syahwat dan Unjuk Rasa Ke-1400 Diadakan di Korsel

Photo : YONHAP News

Tanggal 14 Agustus merupakan ‘Hari Peringatan bagi Korban Perbudakan Syahwat Masa Perang Jepang' di Korea Selatan.

Pada hari peringatan itu, diadakan unjuk rasa hari Rabu yang ke-1400, dan sekitar 1500 warga sipil berkumpul di depan gedung lama Kedutaan Besar Jepang di Seoul, untuk mencari fakta terhadap masalah perbudakan syahwat dan meminta permintaan maaf resmi dari pemerintah Jepang.

Unjuk rasa berlangsung selama 28 tahun, sejak Januari 1992 dan khususnya untuk hari ini, unjuk rasa diadakan di 13 kota dalam negeri Korea Selatan dan 21 kota dari 9 negara lainnya.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan pada hari ini menggelar upacara peringatan korban wanita perbudakan syahwat masa perang Jepang di Museum Kim Koo di Yongsan, Seoul.

Upacara itu dihadiri oleh 300 orang dari pemerintah dan lembaga sipil, selain nenek korban wanita perbudakan syahwat. 

Tanggal 14 Agustus 1991, seorang nenek bernama Kim Hak-sun memberikan kesaksiannya sebagai wanita perbudakan syahwat untuk pertama kalinya ke dunia dan diperingati oleh lembaga sipil sebagai 'Hari Peringatan bagi Korban Perbudakan Syahwat Masa Perang Jepang' sejak Desember tahun 2012.

Sementara pemerintah Korea Selatan baru mulai menetapkannya sebagai hari peringatan nasional sejak tahun lalu. 

Selain kedua acara tersebut, beberapa acara terkait isu wanita perbudakan syahwat diadakan di penjuru negeri Korea Selatan pada hari Rabu ini.

Pilihan Editor