Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Domestik

Unjuk Rasa Hari Rabu Ke-1400 Dilaksanakan Bersama Warga Dunia

Write: 2019-08-14 17:05:34Update: 2019-08-14 18:06:56

Photo : YONHAP News

Unjuk Rasa Hari Rabu untuk menyelesaikan masalah wanita perbudakan syahwat masa perang Jepang telah menyambut aksi yang ke-1400 pada hari Rabu (14/8/19) ini.

Solidaritas Keadilan dan Peringatan untuk Masalah Perbudakan Syahwat Militer Jepang menggelar unjuk rasa hari Rabu ke-1400 dan peringatan wanita perbudakan syahwat militer Jepang sedunia yang ke-7, di depan bekas gedung Kedutaan Besar Jepang di Seoul, pada hari Rabu ini.

Di tengah cuaca panas bersuhu hingga 35 derajat Celsius di Seoul, sebanyak tiga ribu penduduk dan siswa memadati jalan dimana demonstrasi berlangsung. 

Salah seorang nenek korban perbudakan syahwat bernama Gil Won-ok, mengatakan dirinya berterima kasih atas pastisipasi para peserta dan kemenangan dapat diperoleh dengan perjuangan hingga akhir.

Unjuk rasa yang dihadiri politikus Korea Selatan itu, digelar di 57 tempat, di 13 kota dalam negeri Korea Selatan dan juga secara serentak diadakan di 37 kota di 12 negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, dan lainnya.

Selama unjuk rasa berlangsung, surat-surat dari berbagai negara termasuk Korea Utara dibacakan dan para peserta menyerukan pemerintah Jepang untuk mengakui kasus wanita perbudakan syahwat sebagai kasus kriminal perang dan meminta maaf kepada para korbannya.

Selain itu, para peserta mengecam pemerintahan Abe yang tidak meminta maaf atas kejahatan di masa lalu dan melakukan aksi balasan ekonomi kepada Korea Selatan.

Perhimpunan mahasiswa 'Jaringan Kupu-kupu Damai' menggelar 'Festa Perdamaian' di depan patung seorang gadis perdamaian, yang melambangkan wanita perbudakan syahwat pada hari Rabu malam.

Sejumlah perhimpunan dari berbagai bidang melakukan aksi protes terhadap pemerintahan Abe di sekitar Kedutaan Besar Jepang dan pusat kota Seoul pada hari Rabu, tepat sehari sebelum Hari Kemerdekaan Korea yang ke-74.

Pilihan Editor