Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Politik

Moon Janji Bangun Negara yang Tidak Goyah oleh Kekuatan Luar

Write: 2019-08-15 13:32:15Update: 2019-08-15 16:14:32

Moon Janji Bangun Negara yang Tidak Goyah oleh Kekuatan Luar

Photo : YONHAP News

Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Korea ke-74, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengutarakan tujuannya untuk membangun Korea Selatan sebagai negara kokoh yang tidak bisa digoyahkan atau diguncang oleh kekuatan dari luar. 

Upacara kenegaraan untuk peringatan hari kemerdekaan tahun ini secara khusus diadakan di Museum Peringatan Kemerdekaan, setelah 15 tahun sejak terakhir kali diadakan di tempat tersebut pada tahun 2004 lalu dan dihadiri oleh sekitar 1.800 orang, termasuk para pejuang kemerdekaan, diplomat asing, dan masyarakat umum.

Dalam pidatonya menandai peringatan pembebasan bangsa Korea dari pendudukan Jepang, Moon melontarkan tiga target demi menciptakan 'negara yang tidak dapat diguncang', yakni negara dengan ekonomi kuat yang bertanggung jawab, negara jembatan yang memimpin perdamaian dan kemakmuran, dan 'ekonomi perdamaian'. 

Dia mengungkapkan bahwa 'ekonomi perdamaian' akan dimulai seiring dengan dilanjutkannya dialog dan kerja sama, agar Korea Utara dapat memilih pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran berdasarkan denuklirisasi yang lengkap di Semenanjung Korea, bukanlah program nuklirnya.

Mengenai peluncuran rudal berturut-turut oleh Korea Utara baru-baru ini, Presiden Moon menegaskan bahwa Korea Selatan memiliki kekuatan pertahanan yang lebih kuat dari rezim komunis tersebut dan tetap berwaspada untuk mencegah memanasnya ketegangan di Semenanjung Korea. Namun disebutkan pula bahwa tujuan akhirnya berada pada dialog, terlepas dari rangkaian konflik akhir-akhir ini.

Saat membahas pembatasan perdagangan Jepang, Moon mengkritik bahwa dalam sistem pembagian kerja internasional, jika ada suatu negara yang mempersenjatakan sektor industrinya karena keunggulan daya saingnya, maka tatanan perdagangan bebas yang damai pasti akan mengalami kerusakan.

Dia menhimbau lebih baik terlambat daripada tidak, agar Jepang memilih jalur dialog dan kerja sama, dan Korea Selatan dengan senang hati akan bergandengan tangan agar keduanya bersama membangun wilayah Asia Timur yang terlibat dalam perdagangan dan kerja sama yang adil.

Pilihan Editor