Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Budaya

Game Bertema Pengorbanan Wanita Perbudakan Syahwat Dikembangkan

Write: 2019-12-09 16:02:42Update: 2019-12-09 17:54:58

Photo : KBS News

Sebuah game yang bertema pengorbanan wanita perbudakan syahwat tengah dikembangkan.

Nama game itu adalah Wednesday yang berhubungan dengan unjuk rasa setiap hari Rabu yang digelar di depan gedung bekas Kedutaan Besar Jepang untuk Korea Selatan di Seoul. 

Game itu dimulai dengan seorang nenek bernama Suni yang merupakan pemeran utama dalam game tersebut, terlelap di rumah setelah selesai melakukan demonstrasi tunggal, dan terbangun di rumah bordil untuk militer Jepang di Indonesia pada tahun 1945 lalu. 

Nenek-nenek korban wanita perbudakan syahwat mengalami pemerkosaan yang mengerikan di dalam sejarah, namun karakter nenek Suni di dalam game tersebut ditetapkan agar dapat menyelamatkan rekan-rekannya melalui informasi yang diambil dengan perjalanan ke masa depan dan masa kini. 

Perancang game, Do Min-seok mengatakan bahwa dia membuat game itu untuk mewujudkan keinginan nenek korban wanita perbudakan syawat yang ingin menyelamatkan rekan-rekannya yang dipenjara jika mereka mampu kembali ke masa lalu. 

Karakter Suni di dalam game mampu mendapatkan informasi melalui dialog atau barang-barang lewat tokoh-tokoh lain di dalam game. Para pengguna juga dapat mempelajari fakta sejarah melalui lokasi, kejadian, tingkah laku, dan sebagainya yang muncul di dalam game. 

Do mengatakan dia merasa khawatir karena isi game ini dapat mengingkatkan kembali luka hati dan kesengsaraan para nenek korban. Dia mendapat rekomendasi dari badan pendukung korban wanita perbudakan syahwat dan nenek-nenek korban agar isi game ini tidak digunakan sebagai bahan kenikmatan. 

Saat ini, 70 persen dari pembuatan game ini telah disempurnakan. Jika game itu telah dikembangkan dengan sempurna, maka dia akan lebih dulu menyuguhkannya kepada para nenek korban, dan akan meluncurkannya di dalam negeri pada awal tahun depan setelah melewati pemeriksaan dan pelengkapan. 

Do akan mendonasikan laba yang diperoleh dari game tersebut untuk membantu korban kekerasan seksual di masa perang.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >