Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Politik

Pembatasan Ekspor Jepang Terhadap Korsel Perkuat Struktur Ekonomi Korsel

Write: 2020-06-30 11:23:32Update: 2020-06-30 18:49:04

Photo : KBS News

Menjelang satu tahun setelah Jepang mengambil langkah pembatasan ekspor terhadap Korea Selatan, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dalam pertemuan dengan para sekretaris senior dan penasihat presiden pada hari Senin (29/06/20) kemarin, menyatakan bahwa setahun terakhir telah menjadi peluang untuk mengubah struktur ekonomi Korea Selatan menjadi lebih kuat.

Menurut Presiden Moon, kerja sama antara badan swasta dan pemerintah sangatlah penting dan tujuan Korea Selatan untuk menjadi negara yang kuat di bidang industri bahan baku, suku cadang, dan teknologi tercanggih telah kembali dicapai dengan mengumpulkan seluruh tenaga semaksimal mungkin. 

Sementara itu, seorang pejabat tinggi dari Kantor Kepresidenan Korea Selatan Cheongwadae mengeluarkan kritik keras terhadap Jepang yang menolak masuknya Korea Selatan ke dalam KTT G7. 

Dia mengatakan "tidak ada lagi yang perlu dikejutkan" oleh sikap Jepang yang terbiasa untuk tidak mengakui atau merefleksikan kesalahannya yang mendorong kerugian pada negara-negara tetangganya. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sikap 'muka tembok' Jepang merupakan yang terparah di dunia.

Dia menegaskan bahwa masyarakat internasional khususnya negara-negara maju, sepenuhnya menyadari rendahnya sikap Jepang tersebut, sehingga dampaknya akan sedikit terhadap perluasan G7 dan partisipasi Korea Selatan dalam KTT G7.

Dianalisis bahwa kritik dari Cheongwadae tersebut adalah pesan kuat terhadap Jepang yang terus mengganggu urusan yang berhubungan dengan Korea Selatan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >