Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Domestik

Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas pada Jumat Subuh Setelah Dilaporkan Menghilang

Write: 2020-07-10 07:48:43Update: 2020-07-10 17:47:50

Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas pada Jumat Subuh Setelah Dilaporkan Menghilang

Photo : YONHAP News

Wali Kota Seoul, Park Won-Soon ditemukan tewas beberapa jam setelah ia dilaporkan menghilang.
 
Kepolisian Korea Selatan mengatakan pada hari Jumat (10/07/20) bahwa jenazah Park ditemukan sekitar tengah malam di dekat Gerbang Sukjeong di Gunung Bukaksan, sebelah utara Seoul, tempat ia terakhir dilaporkan terlihat. Polisi menduga kemungkinan besar almarhum melakukan bunuh diri.
 
Pencarian polisi dimulai setelah putri sang wali kota melaporkan kehilangannya pada hari Kamis (09/07/20) pukul 17.17 waktu Korea sembari mengatakan bahwa ayahnya belum dapat dijangkau sejak dia meninggalkan rumah empat atau lima jam sebelumnya. Sang putri melaporkan hal tersebut setelah sang ayah mengatakan sesuatu yang terdengar seperti kata-kata terakhir.
 
Sekitar 770 orang petugas dari polisi dan pemadam kebakaran, enam drone yang dilengkapi dengan kamera pencitraan termal, dan sembilan anjing pelacak dikerahkan untuk pencarian yang terkonsentrasi di daerah pegunungan, setelah dikonfirmasi bahwa Park tiba di Taman Waryong di gunung tersebut pada pukul 10.53 waktu Korea.
 
Wali Kota berusia 64 tahun itu terlihat meninggalkan kediamannya yang terletak dekat dengan taman tersebut sembilan menit sebelumnya dengan mengenakan pakaian berwarna gelap, topi dan ransel.
 
Seorang mantan sekretaris Park dilaporkan mengajukan keluhan kepada polisi pada hari Rabu (08/07/20) dengan menuduh wali kota Park melakukan pelecehan seksual. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.

Seiring dengan kematian wali kota Park, penyelidikan polisi akan dihentikan dan gugatan kasus tersebut akan ditutup karena jaksa tidak memiliki "hak dakwaan" atas almarhum.

Wali kota dengan masa jabatan ketiga dari Partai Demokrat Korea yang berkuasa tersebut telah dianggap sebagai salah satu pesaing utama untuk pemilihan umum presiden Korea Selatan tahun 2022. Dia telah lama bekerja sebagai pengacara hak asasi manusia (HAM) dan pemimpin kelompok sipil sebelum menjabat sebagai wali kota ibu kota Korea Selatan dengan memenangkan pemilihan sela pada tahun 2011 lalu.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >